Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur memperkuat benteng ekonomi domestik di tengah ketidakpastian geopolitik yang dinilai berpotensi memicu krisis energi global.
Wakil Ketua DPRD Jatim Blegur Prijanggono menilai penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi kunci agar perekonomian Jawa Timur tetap tangguh menghadapi guncangan dari luar negeri. Ia menyoroti situasi di Selat Hormuz dan ketegangan internasional yang berpotensi mengganggu stabilitas pasokan minyak dunia.
Menurut Blegur, Jawa Timur perlu memiliki strategi mitigasi yang konkret, baik terkait ketersediaan energi maupun ketahanan daya beli masyarakat. Ia juga meminta koordinasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk BUMN dan Pertamina, dipastikan berjalan agar pasokan energi tetap aman dan tepat waktu.
“Hari ini seluruh dunia mengalami kecemasan yang sama terkait dengan krisis energi. Kita berharap pemerintah provinsi benar-benar mengantisipasi terkait dengan potensi kelangkaan tersebut. Koordinasi dengan stakeholder seperti BUMN dan Pertamina harus dipastikan agar pasokan tetap aman dan tepat waktu,” ujar Blegur di Gedung DPRD Jatim belum lama ini.
Dalam konteks perlindungan ekonomi rakyat, Blegur menekankan pentingnya menempatkan UMKM sebagai prioritas utama dalam skema pembangunan daerah. Ia menilai UMKM merupakan unit usaha yang adaptif dan mampu menjaga sirkulasi ekonomi di tingkat masyarakat ketika sektor makro mengalami tekanan.
“Sebenarnya yang perlu diperkuat adalah UMKM, karena ini adalah usaha yang memang bisa mengembangkan atau menghidupkan perekonomian masyarakat kecil. Pemprov Jatim harus lebih fokus meningkatkan kualitas UMKM kita agar produk mereka semakin diterima luas oleh masyarakat,” kata politisi Fraksi Golkar tersebut.
Selain aspek ekonomi, Blegur juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas sosial. Ia meminta masyarakat Jawa Timur tidak terpancing kepanikan akibat informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar melalui media sosial terkait isu krisis energi global.
“Masyarakat jangan terlalu menerima informasi mentah-mentah melalui media sosial karena terkadang banyak hoax yang beredar. Kita harus bijak dalam menyaring informasi di tengah kecemasan dunia saat ini,” pungkasnya.

