BERITA TERKINI
Dong Vietnam Melemah di Tengah Kekhawatiran Pemangkasan Suku Bunga dan Risiko Arus Keluar Dana

Dong Vietnam Melemah di Tengah Kekhawatiran Pemangkasan Suku Bunga dan Risiko Arus Keluar Dana

Dong Vietnam tidak ikut menguat seperti sejumlah mata uang Asia lainnya pada bulan ini, dan tercatat melemah 0,2% terhadap dolar AS. Pelemahan tersebut terjadi ketika pelaku pasar menimbang risiko penurunan suku bunga lebih lanjut, yang dapat menekan nilai tukar dan meningkatkan potensi inflasi impor bagi Vietnam.

Dengan nilai pasokan barang mencapai US$359 miliar tahun lalu, pelemahan mata uang berisiko membuat harga barang impor naik. Sementara itu, manfaat pelemahan dong bagi ekspor dinilai terbatas karena permintaan global terhadap barang-barang sedang menurun. Ekspor sendiri setara dengan sekitar 90% dari perekonomian Vietnam.

Ekonom berbasis di Hanoi, Nguyen Tri Hieu—mantan penasihat senior di National Citizen Bank—menilai pemangkasan suku bunga tambahan dapat membebani dong lebih jauh. Ia mengatakan bank sentral Vietnam, State Bank of Vietnam (SBV), perlu memberi perhatian besar pada dampak kebijakan tersebut terhadap nilai tukar.

Suku bunga yang lebih rendah juga dipandang dapat mendorong arus keluar dana, terutama ketika Federal Reserve AS masih bersikap hawkish. Para analis menilai ruang gerak SBV menjadi terbatas, terlebih Vietnam tercatat sebagai bank sentral pertama dari 13 bank sentral utama di kawasan Asia Pasifik yang memangkas suku bunga pada tahun ini.

Nguyen Quoc Hung, sekretaris jenderal Asosiasi Bankir Vietnam, mengatakan bank sentral tidak memiliki banyak pilihan saat ini. Menurutnya, suku bunga deposito yang sudah cukup rendah membuat penurunan lebih lanjut berpotensi memicu penarikan dana oleh deposan, sehingga bank menghadapi risiko kekurangan likuiditas.

Di sisi lain, permintaan global yang lemah dan tantangan pertumbuhan domestik diperkirakan membebani kinerja ekonomi Vietnam tahun ini. Namun, bank sentral juga dituntut mempertimbangkan risiko yang muncul dari kebijakan fiskal dan moneter yang lebih longgar.

S&P Global Ratings menyatakan belanja modal negara diperkirakan akan menjaga defisit fiskal berada di atas 4% tahun ini. Lembaga tersebut bulan lalu mempertahankan peringkat utang jangka panjang dalam mata uang asing Vietnam di level BB+, satu tingkat di bawah kategori investment grade.

Secara terpisah, S&P Global Market Intelligence memperingatkan bahwa dong Vietnam menghadapi risiko tinggi dari penurunan mendadak dan tajam, seiring kekhawatiran yang berasal dari sektor perbankan, cadangan devisa yang rendah, dan inflasi.

Meski ruang pemangkasan suku bunga dinilai terbatas, Deputi Gubernur SBV Dao Minh Tu pada bulan lalu menyebut salah satu opsi yang bisa ditempuh adalah meminta bank-bank memangkas biaya operasional untuk menurunkan suku bunga pinjaman. SBV juga akan meninjau ulang kuota pinjaman perbankan agar bank dapat meningkatkan pencairan kredit, di tengah seruan agar suku bunga lebih rendah.

Kepala ekonom Bank Investasi dan Pembangunan Vietnam, Can Van Luc, mengatakan dampak langkah kebijakan tersebut membutuhkan waktu untuk terlihat. Ia menambahkan bahwa upaya mendorong perekonomian sebaiknya tidak hanya bergantung pada penurunan suku bunga kebijakan bank sentral, tetapi juga dikombinasikan dengan kebijakan fiskal.