BERITA TERKINI
Diskusi President Club: Target Pertumbuhan Ekonomi 8% Dinilai Bisa Dicapai dengan Konsolidasi dan Koordinasi Kebijakan

Diskusi President Club: Target Pertumbuhan Ekonomi 8% Dinilai Bisa Dicapai dengan Konsolidasi dan Koordinasi Kebijakan

President Club menggelar diskusi bertema Indonesia's Forward: Kolaborasi untuk Ketahanan Nasional di President Lounge, lantai dasar Menara Batavia, Jakarta, Jumat (6/2/2026). Forum ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan dunia usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan nasional.

Diskusi tersebut berlangsung di tengah meningkatnya konflik geopolitik global yang dinilai menambah ketidakpastian ekonomi dunia dan berpotensi berdampak pada stabilitas ekonomi nasional. Acara ini menghadirkan Prof Budi Susilo Soepandji sebagai pembicara kunci.

Sejumlah narasumber turut hadir, antara lain Staf Khusus Menteri Pertahanan Kris Wijoyo Soepandji; Chief Economist Trimegah Sekuritas & Soemitro Economic Forum Fakhrul Fulvian; Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Prof Telisa Aulia Falianty; serta Executive Director President Club Prof Chandra Setiawan.

Dalam paparannya, Fakhrul Fulvian menilai dunia tengah memasuki periode perubahan besar. Menurutnya, setiap perubahan selalu diiringi tantangan sosial, ekonomi, serta isu ketahanan negara. Ia menyinggung percepatan perkembangan teknologi dalam satu dekade terakhir yang bergerak dari fase semi-digital menuju digital penuh.

Di tengah dinamika tersebut, Fakhrul menekankan perlunya penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter. Ia menyebut langkah itu, termasuk pengambilan kebijakan yang tepat, diperlukan agar dunia usaha tetap bergerak dan ekonomi dapat tumbuh menuju target 8%.

Sementara itu, Kris Wijoyo Soepandji menyatakan target pertumbuhan ekonomi 8% bukan hal yang mudah. Namun, ia menilai target tersebut tetap dapat dicapai apabila seluruh pihak terkonsolidasi melalui semangat gotong royong.

Kris juga mengaitkan upaya tersebut dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin kedua yang mengusung konsep defence supports economy. Konsep itu, menurutnya, menekankan pengembangan sistem pertahanan dan keamanan yang mendukung ekonomi, antara lain melalui swasembada pangan, energi, dan air.