Minyak mentah andalan Rusia, Urals, masih diperdagangkan dengan diskon besar meski harga minyak global menguat di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan.
Data dari Argus Media menunjukkan, diskon rata-rata minyak Urals yang diekspor dari pelabuhan barat Rusia sedikit melebar menjadi sekitar US$30,9 per barel di bawah patokan Dated Brent pada Selasa. Selisih tersebut menjadi yang terbesar sejak April 2023.
Kenaikan harga minyak dunia terjadi seiring konflik mengganggu aliran minyak dari kawasan Teluk Persia. Namun, melebaranya selisih harga itu mengindikasikan pembeli masih memerlukan insentif besar untuk menyerap minyak Rusia.
Rusia, yang merupakan produsen minyak mentah terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan Arab Saudi, disebut harus menawarkan diskon lebih tinggi kepada kelompok pembeli yang semakin menyusut. Kondisi ini berkaitan dengan invasi skala penuh ke Ukraina yang memicu berbagai sanksi Barat dalam empat tahun terakhir.

