JAKARTA — Indonesia disebut berada di ambang transformasi struktural seiring masifnya adopsi teknologi digital oleh sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah ketidakpastian ekonomi global. Sektor ini dinilai menunjukkan ketahanan melalui pemanfaatan platform digital dan integrasi kecerdasan buatan (AI).
Berdasarkan data terbaru, integrasi AI dan platform digital disebut menyumbang lebih dari 15 persen terhadap pertumbuhan ekonomi digital Indonesia pada tahun ini. Perkembangan tersebut dipandang bukan sekadar tren, melainkan fondasi penting bagi penguatan kemandirian ekonomi nasional.
Pengamat ekonomi menilai digitalisasi UMKM tidak hanya berkaitan dengan efisiensi biaya operasional. Lebih jauh, digitalisasi membuka akses ke pasar internasional yang sebelumnya sulit dijangkau pelaku usaha lokal, termasuk yang berada di daerah terpencil.
Dengan memanfaatkan teknologi big data untuk memetakan preferensi konsumen global, UMKM Indonesia dinilai memiliki peluang untuk bersaing langsung dengan korporasi asing. Selain dampak ekonomi, digitalisasi juga disebut berpengaruh pada aspek sosial, terutama dalam penyerapan tenaga kerja terampil di wilayah pedesaan.
Program pelatihan literasi digital yang dilakukan secara masif diklaim turut membentuk ekosistem baru, di mana talenta muda tidak harus melakukan urbanisasi ke kota-kota besar untuk mendapatkan penghasilan. Kondisi ini dipandang dapat mengurangi beban sosial di perkotaan sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.
Di lapangan, optimisme disebut terlihat di sejumlah pusat kreatif. Ruang kreatif dan hub teknologi dilaporkan mulai bermunculan di kota-kota tingkat kedua dan ketiga, seperti Solo, Malang, dan Makassar.

