Jakarta — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengimbau siswa dan guru untuk berjalan kaki ke sekolah di tengah krisis minyak dan gas (migas) global yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Imbauan tersebut terutama ditujukan bagi siswa dan guru yang tempat tinggalnya tidak jauh dari satuan pendidikan. Menurut Mu’ti, berjalan kaki atau bersepeda dapat membantu menghemat penggunaan bahan bakar.
“Kalau yang rumahnya dekat dari sekolah, kalau memang kira-kira aman dan nyaman, saya kira tidak ada salahnya jalan kaki misalnya kan, atau kembali kepada kebiasaan bersepeda,” ujar Mu’ti saat kegiatan Halal bi Halal di kantor Kemdikdasmen, Jakarta, Senin (30/3).
Mu’ti menambahkan, kebiasaan berjalan kaki atau bersepeda pernah dipraktikkan oleh siswa dan guru ketika ada pembatasan selama pandemi Covid-19 pada periode 2020–2022.
“Kenapa kebiasaan itu enggak kita juga lanjutkan lagi (seperti masa Covid-19)? Itu kan sehat dan juga bisa hemat energi dan bersih lingkungan,” katanya.
Bagi siswa dan guru yang membutuhkan transportasi bermotor untuk mencapai sekolah, Mu’ti mengimbau agar memaksimalkan penggunaan transportasi umum dibanding kendaraan pribadi. Menurutnya, peningkatan penggunaan transportasi umum juga dapat mendorong pemerintah daerah melakukan pembenahan layanan.
“Ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah di mana pun untuk memperbaiki sarana transportasi umum sehingga anak-anak kita ini bisa berangkat ke sekolah dengan menggunakan transportasi umum itu kan lebih himat energi, juga bisa mengurangi polusi,” ujar Mu’ti.

