Lonjakan harga minyak dunia yang dipicu dinamika geopolitik kembali menjadi perhatian. Kenaikan harga energi tersebut dinilai dapat memberi tekanan bagi perekonomian, namun di sisi lain juga membuka peluang apabila direspons dengan kebijakan yang tepat.
Di tengah situasi tersebut, arah kebijakan nasional disebut berpotensi menjaga stabilitas sekaligus menciptakan ruang pertumbuhan baru. Krisis energi global pun dipandang sebagai momentum untuk mengoptimalkan kekuatan sektor domestik.
Ekonom INDEF sekaligus Rektor Universitas Paramadina, Prof Didik J Rachbini, menilai Indonesia memiliki peluang pertumbuhan ekonomi pada kisaran 6–7 persen dengan memanfaatkan momentum tersebut.