Dewan Ekonomi Rakyat (DER) menilai ketergantungan Indonesia pada sistem ekonomi global yang dinilai tidak stabil dapat menjadi ancaman bagi ketahanan ekonomi nasional. Karena itu, DER menekankan pentingnya membangun kemandirian dan kedaulatan ekonomi nasional yang bertumpu pada kekuatan rakyat.
Ketua Umum DPN Dewan Ekonomi Rakyat A. Edi Wahyudi Y mengatakan krisis global yang dipicu konflik geopolitik dunia harus menjadi pelajaran agar Indonesia tidak hanya bergantung pada sistem ekonomi global. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 9 April 2026.
“Krisis global akibat konflik geopolitik dunia harus menjadi pelajaran penting bahwa bangsa Indonesia tidak boleh bergantung pada sistem ekonomi global semata. Indonesia harus membangun kekuatan ekonominya sendiri melalui sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan rakyat,” kata Edi.
Sebagai solusi strategis untuk menghadapi krisis global, DER memperkenalkan DERNOMICS, yang disebut sebagai Sistem Ekonomi Rakyat. Konsep ini mengintegrasikan kekuatan negara dan rakyat untuk membangun ekonomi nasional yang kuat, mandiri, dan berkeadilan.
Menurut Edi, DERNOMICS dirancang untuk mencapai dua tujuan utama pembangunan ekonomi nasional, yakni pertumbuhan ekonomi yang kuat serta pemerataan kesejahteraan rakyat. Melalui pendekatan tersebut, rakyat diposisikan tidak hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai pemilik, produsen, dan penggerak utama ekonomi nasional.
Salah satu program utama dalam DERNOMICS adalah pembangunan Industri Rakyat Terpadu. Program ini berupa sistem industri nasional yang mengintegrasikan sektor hulu hingga hilir berbasis kekuatan rakyat, dengan fokus pada penguatan sektor strategis seperti pangan, energi, manufaktur rakyat, logistik nasional, dan industri berbasis sumber daya lokal.
“Dengan model ini, ekonomi nasional tidak lagi bergantung pada impor dan fluktuasi pasar global,” ucap Edi.
DER juga menyebut BUMDER (Badan Usaha Milik Dewan Ekonomi Rakyat) sebagai instrumen utama pelaksanaan DERNOMICS. BUMDER dirancang berbadan hukum Koperasi Rakyat Modern dan disebut memadukan kekuatan kapital melalui investasi dan industri, kekuatan sosial melalui kepemilikan rakyat, serta kekuatan negara melalui kebijakan strategis nasional.
“BUMDER akan menjadi model industri rakyat pertama di dunia yang mengintegrasikan produksi, distribusi, dan investasi rakyat dalam satu sistem ekonomi terpadu,” ujar Edi.
DER meyakini implementasi DERNOMICS dapat membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi kekuatan pangan dunia serta pusat ekonomi rakyat global. DER menilai potensi tersebut ditopang oleh sumber daya alam, jumlah penduduk yang besar, serta semangat gotong royong.
Di akhir pernyataannya, Edi mengajak berbagai elemen bangsa—pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat—untuk bersama-sama membangun kedaulatan ekonomi nasional demi kesejahteraan rakyat Indonesia.