Dewan Ekonomi Rakyat (DER) menggagas inisiatif ekonomi berbasis kerakyatan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap krisis global. DER menilai diperlukan langkah alternatif untuk memperkuat ketahanan nasional melalui model ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan.
Ketua Umum DER A Edi Wahyudi Y mengatakan konsep yang diusung memadukan nilai kapitalisme, sosialisme, serta kearifan budaya lokal. Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya menekankan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan kesejahteraan di seluruh lapisan masyarakat.
“Ini adalah langkah nyata menghadapi krisis. Kami ingin memastikan ekonomi tumbuh sekaligus berkeadilan sosial,” ujar A Edi Wahyudi Y.
DER menempatkan kemandirian pangan dan energi nasional sebagai fokus utama. Upaya tersebut diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar dengan mengoptimalkan potensi dalam negeri, sehingga Indonesia dinilai dapat lebih kuat menghadapi tekanan krisis.
“Kami ingin membangun bangsa yang mandiri, yang mampu mengatasi krisis dengan kekuatan sendiri,” tegasnya.
Saat ini, DER disebut tengah memasuki tahap penguatan permodalan sebagai fondasi awal program. Setelah dukungan pendanaan terpenuhi, DER berencana melakukan sinkronisasi dengan pemerintah agar pelaksanaan program sejalan dengan kebijakan nasional.
DER juga mengajak masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk terlibat aktif. Semangat gotong royong, persatuan, dan kesatuan dinilai menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan bangsa. Pada saat yang sama, masyarakat diimbau menghindari perpecahan dan provokasi, serta menjadikan situasi krisis sebagai momentum untuk bangkit bersama.
Melalui kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah, DER berharap inisiatif kemandirian pangan dan energi dapat memberikan dampak nyata sekaligus menjadi fondasi bagi kebangkitan ekonomi nasional yang tangguh dan berkelanjutan.