BANDUNG — Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Arief Yunan, menegaskan bahwa transisi menuju bioenergi dan energi terbarukan menjadi langkah penting untuk menghadapi krisis energi serta kerusakan lingkungan global yang kian mengkhawatirkan.
Arief menjelaskan, ketergantungan dunia terhadap bahan bakar fosil yang disebut mencapai 60 persen telah mempercepat laju perubahan iklim. Menurutnya, kondisi ini menuntut kesadaran kolektif dari seluruh elemen masyarakat untuk beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari kanal YouTube UM Bandung pada Kamis (26/03/2026), Arief juga mengaitkan pelestarian lingkungan dengan nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam Surah Al-Baqarah ayat 164 tentang anugerah alam semesta. Ia menilai pemanfaatan energi perlu dilakukan secara bijak sebagai bentuk rasa syukur atas ciptaan Tuhan.
“Al-Qur'an telah mengingatkan kita bahwa fenomena alam adalah anugerah yang harus dimanfaatkan dengan penuh tanggung jawab demi kelangsungan hidup manusia,” ujarnya.
Dalam konteks solusi teknologi, Arief memaparkan bioenergi yang berasal dari bahan organik seperti tanaman dan limbah biomassa sebagai salah satu alternatif untuk menjawab tantangan tersebut. Ia menilai pemanfaatan bioenergi dapat menekan emisi gas rumah kaca secara efektif, sekaligus mendorong terciptanya sistem energi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan dalam jangka panjang.
Arief juga mengapresiasi langkah pemerintah yang telah memberikan dukungan melalui berbagai kebijakan pengembangan energi terbarukan. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan transisi energi tetap membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
“Bioenergi bukan sekadar pilihan teknis, melainkan solusi nyata untuk mendukung masa depan yang berkelanjutan dan mengurangi dampak negatif polusi udara,” katanya.
Selain mendorong pengembangan energi terbarukan, Arief mengingatkan pentingnya membangun budaya penghematan energi dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan efisiensi energi sebagai langkah sederhana yang dapat memberi dampak besar dalam upaya penyelamatan bumi.

