Jakarta — Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) menggelar serangkaian pertemuan di New York, Amerika Serikat, sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan investor global. Pertemuan tersebut dipimpin Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani dan melibatkan jajaran eksekutif Moody’s Ratings, lembaga pemeringkat kredit internasional, serta filantropis Chrissy Haslam.
Agenda itu turut dihadiri Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas Djiwandono dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Kehadiran pejabat pemerintah tersebut disebut mencerminkan dukungan terhadap Danantara dalam kerangka penguatan fondasi ekonomi nasional.
Rosan menyampaikan pertemuan di New York dilakukan untuk membangun pemahaman dan komunikasi dengan pemangku kepentingan global, sekaligus memperkenalkan arah kelembagaan Danantara dan menegaskan kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, ia menulis bahwa pertemuan dengan Moody’s Ratings, termasuk Chrissy Haslam, menjadi bagian penting untuk memperkuat pemahaman global terhadap Danantara dan ketahanan ekonomi Indonesia. Unggahan itu disebut diunggah pada Kamis, 26 Februari 2026.
Menurut Rosan, Moody’s memiliki peran penting dalam membentuk persepsi investor terhadap risiko investasi suatu negara maupun entitas. Peringkat dan outlook dari lembaga pemeringkat kerap menjadi rujukan investor internasional dalam menilai stabilitas makroekonomi, disiplin fiskal, serta kualitas tata kelola. Karena itu, ia menilai komunikasi yang efektif dan transparan dengan lembaga pemeringkat menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat kepercayaan pasar.
Dalam pertemuan tersebut, Rosan menyebut Moody’s mengapresiasi komitmen pemerintah Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui sinergi antara Bank Indonesia, Kementerian Investasi, dan Danantara. Ia menambahkan, Moody’s mencatat pentingnya pengelolaan yang prudent, transparan, dan terukur sebagai fondasi kepercayaan pasar global.
Di sisi lain, Danantara juga tengah mendorong penguatan kredibilitas melalui proses pemeringkatan. Rosan menyatakan Danantara sedang dalam proses mendapatkan peringkat dari Standard & Poor’s (S&P) dan Moody’s. “Kita in the process to get rating dari S&P and Moody’s,” ujarnya dalam acara Indonesia Economic Outlook di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).
Saat ini, Danantara telah mengantongi peringkat AAA dari lembaga pemeringkat nasional Pefindo untuk obligasi Patriot Bond. Danantara juga disebut memiliki peringkat BBB stabil dari Fitch Ratings. Selain itu, disebutkan pula bahwa peringkat Danantara setara dengan peringkat pemerintah Indonesia di beberapa lembaga pemeringkat.
Pertemuan dengan Chrissy Haslam juga disebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring dan kemitraan dengan pemangku kepentingan global. Dalam konteks ini, keterlibatan filantropis dipandang berkaitan dengan perhatian pada pembangunan berkelanjutan dan dampak sosial, seiring upaya Danantara membangun hubungan jangka panjang di tingkat internasional.
Rangkaian langkah tersebut menegaskan fokus Danantara pada penguatan tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas sebagai bagian dari strategi memperluas kepercayaan investor global.

