BERITA TERKINI
Daftar 10 Perusahaan Konstruksi Terbesar Dunia 2026 Versi ABC, Pendapatan CSCEC Tembus USD203 Miliar

Daftar 10 Perusahaan Konstruksi Terbesar Dunia 2026 Versi ABC, Pendapatan CSCEC Tembus USD203 Miliar

Associated Builders and Contractors (ABC) merilis daftar Top Performers 2026, penghargaan tahunan yang ditujukan untuk mengakui pencapaian para kontraktor anggota organisasi tersebut. Dalam pengumuman resminya, ABC menyoroti peran perusahaan-perusahaan besar sebagai penopang pembangunan infrastruktur global di tengah tantangan ekonomi dunia.

Presiden dan CEO ABC, Michael Bellaman, menyatakan perusahaan yang masuk daftar ini dinilai tangguh dan inovatif. Menurutnya, capaian mereka merupakan hasil strategi yang dijalankan secara matang.

Berikut 10 perusahaan konstruksi terbesar dunia versi ABC berdasarkan pendapatan dan jumlah tenaga kerja, beserta sejumlah proyek yang disebut ikonik.

1. China State Construction Engineering Corporation (CSCEC)
CSCEC mempekerjakan lebih dari 300.000 orang dengan pendapatan sekitar USD203 miliar atau lebih dari Rp3.000 triliun. Perusahaan ini disebut mendominasi pasar Asia dan internasional dengan portofolio luas, mulai dari hunian hingga proyek komersial berskala besar. Proyek ikoniknya antara lain Stadion Nasional Beijing dan Bandara Internasional Beijing Daxing.

2. China Railway Group Limited (CREC)
CREC memiliki lebih dari 280.000 karyawan dan pendapatan sekitar USD123 miliar. Perusahaan ini dikenal melalui proyek perkeretaapian, termasuk Shanghai Maglev dan jalur Kereta Cepat Beijing–Guangzhou.

3. Vinci SA
Berbasis di Prancis, Vinci memiliki lebih dari 200.000 karyawan dengan pendapatan sekitar USD59 miliar. Selain konstruksi, perusahaan ini juga bergerak di konsesi layanan publik. Proyek yang disebut antara lain Stade de France dan Terminal 5 Bandara Heathrow London.

4. China Communications Construction Company (CCCC)
CCCC mencatat lebih dari 140.000 karyawan dan pendapatan USD78 miliar. Perusahaan ini unggul dalam proyek teknik sipil maritim, termasuk pembangunan Jembatan Hong Kong–Zhuhai–Macau yang disebut sebagai jembatan laut terpanjang di dunia.

5. Actividades de Construcción y Servicios (ACS)
ACS disebut sebagai perusahaan konstruksi terbesar di Eropa dengan lebih dari 180.000 karyawan dan pendapatan USD40 miliar. Proyek besar yang dicantumkan meliputi perluasan Terusan Panama dan Mecca Royal Clock Tower.

6. Power Construction Corporation of China (Power China)
Power China berfokus pada energi dan infrastruktur, dengan pendapatan sekitar USD42 miliar serta lebih dari 120.000 karyawan. Perusahaan ini terlibat dalam pembangunan Bendungan Tiga Ngarai dan Grand Ethiopian Renaissance Dam.

7. Strabag SE
Strabag memiliki sekitar 74.000 karyawan dan pendapatan USD18 miliar. Portofolionya mencakup Brenner Base Tunnel serta berbagai proyek terowongan modern di Eropa.

8. Bouygues Construction
Bouygues membukukan pendapatan sekitar USD38 miliar dengan lebih dari 58.000 karyawan. Perusahaan ini dikenal melalui proyek Terowongan Channel dan Gedung Filharmonik Paris.

9. Bechtel Corporation
Bechtel mencatat pendapatan sekitar USD21 miliar dan memiliki 55.000 karyawan. Perusahaan ini terlibat dalam proyek energi, transportasi, dan pertahanan, dengan proyek yang disebut antara lain Bendungan Hoover dan Bandara Internasional Doha Baru.

10. Fluor Corporation
Berbasis di Amerika Serikat, Fluor merupakan pemain di sektor EPC (Engineering, Procurement, Construction). Pendapatannya sekitar USD15 miliar dengan lebih dari 53.000 karyawan. Proyek yang dicantumkan mencakup LNG Kanada dan Jembatan Tappan Zee.

Daftar ini menggambarkan dominasi perusahaan-perusahaan besar dari China, Eropa, dan Amerika Serikat dalam industri konstruksi global, baik dari sisi skala tenaga kerja maupun pendapatan serta keterlibatan pada proyek-proyek infrastruktur berskala besar.