JAKARTA – Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie mengingatkan pemerintah Indonesia agar tidak tergesa-gesa mengambil peran besar di panggung internasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel.
Peringatan itu disampaikan Connie melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @connierahakundinibakrie, Selasa (10/3/2026). Dalam video tersebut, ia menilai kondisi Indonesia saat ini belum sepenuhnya stabil.
“Indonesia tidak sedang baik-baik saja,” ujar Connie.
Connie menyampaikan pernyataan itu setelah bertemu dengan sejumlah tokoh penting di sektor ekonomi nasional, termasuk beberapa mantan pejabat tinggi keuangan negara. Dari pertemuan tersebut, ia menangkap adanya kekhawatiran mengenai kondisi dan stabilitas ekonomi nasional.
Menurut Connie, pemerintah perlu memprioritaskan penguatan fondasi di dalam negeri. Ia menilai pilar ekonomi, politik, dan keamanan harus dipastikan kokoh sebelum Indonesia terlibat lebih jauh dalam dinamika konflik geopolitik global yang kompleks.
Ia juga mengingatkan bahwa tanpa stabilitas domestik yang kuat, keterlibatan aktif dalam konflik internasional berisiko menyeret Indonesia ke situasi yang sulit dikendalikan.
Connie turut menanggapi wacana Indonesia untuk mengambil peran sebagai mediator dalam ketegangan di Timur Tengah. Ia menekankan agar langkah tersebut dilakukan dengan perhitungan matang dan tetap berada dalam kerangka diplomasi internasional.
Menurutnya, peran mediasi sebaiknya ditempuh melalui lembaga yang memiliki legitimasi global, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tanpa strategi yang tepat, ia menilai manuver diplomasi di tengah konflik Iran dan koalisi AS–Israel berpotensi menjadi bumerang bagi kepentingan nasional.
“Risiko politik dan strategisnya sangat besar jika kondisi dalam negeri belum benar-benar kuat,” ujarnya.
Karena itu, Connie menilai pemerintah perlu memperkuat stabilitas nasional terlebih dahulu sebelum mengambil peran yang lebih besar dalam dinamika geopolitik dunia. Ia menekankan agar ambisi memainkan peran global tidak mengabaikan kerentanan yang masih ada di dalam negeri.

