BERITA TERKINI
China Siap Lanjutkan Negosiasi Dagang dengan AS, Soroti Stabilitas Ekonomi Global

China Siap Lanjutkan Negosiasi Dagang dengan AS, Soroti Stabilitas Ekonomi Global

China menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) dalam menjaga hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral. Pernyataan ini disampaikan di tengah rencana kedua negara untuk kembali melanjutkan pembicaraan dagang dalam waktu dekat.

Juru Bicara Kementerian Perdagangan China, He Yongqian, mengatakan Beijing dan Washington terus menjaga komunikasi di berbagai tingkatan melalui mekanisme konsultasi ekonomi dan perdagangan. Ia menyebut China siap berkoordinasi guna menegakkan konsensus yang telah dicapai oleh kedua kepala negara dalam pertemuan di Busan.

Menurut He, China juga bersedia mengelola perbedaan melalui konsultasi setara, memperluas kerja sama praktis, serta memastikan hubungan ekonomi kedua negara memberikan manfaat bagi dunia.

China dan AS dijadwalkan menggelar putaran keenam pembicaraan dagang dalam waktu dekat. Para negosiator utama diperkirakan membahas perubahan kebijakan tarif yang bergerak cepat sekaligus menjajaki peluang kerja sama baru.

Harapan terhadap dialog ini menguat setelah putusan Supreme Court of the United States yang membatalkan tarif luas yang diberlakukan berdasarkan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA). Putusan tersebut membatalkan tarif 10% yang dikenal sebagai “fentanyl tariff” serta tarif resiprokal 34% terhadap barang dari China.

Namun, AS kemudian beralih menggunakan Section 122 dari Trade Act 1974 untuk memberlakukan bea masuk tambahan 10% kepada seluruh mitra dagang. Kebijakan ini mulai berlaku pekan ini dan dijadwalkan berakhir dalam 150 hari.

Gedung Putih juga memberi sinyal akan menggunakan instrumen hukum lain untuk menetapkan tarif baru yang lebih permanen, termasuk melalui investigasi Section 301 dan Section 232.

Perubahan arah kebijakan tersebut menambah ketidakpastian dalam perdagangan global, terutama bagi pelaku usaha yang bergantung pada stabilitas rantai pasok antara China dan AS. Keberhasilan putaran keenam perundingan mendatang dinilai berpotensi meredakan ketegangan tarif dan memberikan sentimen positif bagi pasar global.