China meminta agar blokade di Selat Hormuz dihentikan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang dinilai memicu dampak pada pasokan energi global. Pernyataan itu disampaikan Liu Pengyu, juru bicara Kedutaan Besar China di Washington, DC, kepada Reuters.
Menurut Liu, kekurangan bahan bakar global terjadi akibat “situasi tegang di Timur Tengah”. Ia menekankan perlunya langkah cepat untuk meredakan keadaan.
“Tugas mendesak adalah mengakhiri operasi militer segera dan mencegah kekacauan di Timur Tengah berdampak lebih lanjut pada ekonomi global,” kata Liu, sebagaimana dikutip Al Jazeera.
Liu juga menyatakan China telah aktif berupaya mengakhiri konflik dan akan “terus memainkan peran konstruktif”.
Sebelumnya, Presiden China Xi Jinping pada Selasa menyampaikan proposal empat poin untuk memperkuat perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah. Dalam proposal itu, Xi menyoroti prinsip “hidup berdampingan secara damai”, “kedaulatan nasional”, “aturan hukum internasional”, serta perlunya koordinasi keamanan dan pembangunan.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan China tidak akan dapat memperoleh minyak dari Iran. Bessent menyatakan AS akan memblokir kapal tanker China yang membawa minyak Iran di Selat Hormuz.
“Mereka tidak akan bisa mendapatkan minyak mereka. Mereka bisa mendapatkan minyak. Bukan minyak Iran,” kata Bessent kepada wartawan di Washington, DC.