Chelsea mengambil keputusan mengejutkan dengan menunjuk pelatih tim U21, Calum McFarlane, sebagai manajer interim. Penunjukan ini menyita perhatian karena McFarlane, yang berusia 40 tahun, belum pernah menangani pertandingan profesional tingkat tinggi dalam karier kepelatihannya.
Tantangan pertama McFarlane pun datang dalam skala besar. Chelsea dijadwalkan bertandang ke markas Manchester City pada pukul 00:30 tanggal 5 Januari (waktu Hanoi) dalam laga pekan ke-20 Liga Primer Inggris. Pertandingan tersebut akan mempertemukan McFarlane dengan Pep Guardiola, yang disebut akan menjalani pertandingan ke-1.012 sebagai manajer.
Perbedaan pengalaman di antara keduanya menjadi sorotan utama. Namun, di balik keputusan Chelsea mempercayakan tim kepada McFarlane, terdapat rekam jejak kepelatihan yang dibangun secara bertahap melalui jalur akademi.
Seperti pendahulunya, Enzo Maresca, McFarlane berasal dari sistem pembinaan usia muda Manchester City. Setelah memutuskan tidak melanjutkan karier sebagai pemain profesional, ia beralih penuh ke dunia kepelatihan dan menghabiskan empat tahun di akademi Manchester City, terutama sebagai asisten pelatih tim U18.
Dalam perjalanannya, McFarlane juga membangun hubungan profesional dengan Glenn van de Kraan, Direktur Teknik Akademi Chelsea, serta Joe Shields, salah satu Direktur Rekrutmen dan Pengembangan Bakat klub. Koneksi ini disebut berperan penting dalam membuat Chelsea menaruh perhatian pada McFarlane.
McFarlane juga memiliki kedekatan profesional dengan Maresca karena pernah bekerja di akademi Manchester City. Maresca kemudian menjadi asisten kedua Guardiola di tim utama, yang turut menjelaskan adanya kemiripan dalam pendekatan taktik di antara keduanya.
Sebelum bergabung dengan Chelsea, McFarlane menghabiskan dua tahun melatih tim U21 Southampton. Pengalaman tersebut disebut membantunya beradaptasi saat mengambil alih tim U21 Chelsea.
Musim ini menjadi musim pertamanya di akademi Chelsea, tetapi dampaknya dinilai cukup terlihat. Tim U21 yang ditanganinya berada di peringkat keempat Liga Primer 2 setelah sembilan pertandingan dan memimpin klasemen Liga Pemuda UEFA.
Selain hasil, McFarlane juga disebut menunjukkan kemampuan mengembangkan pemain muda. Sejumlah talenta seperti Reggie Walsh dan Shim Mheuka, berkat bimbingannya, mendapatkan kesempatan bermain di tim utama musim ini di era pendahulunya, Maresca.
Dari sisi taktik, McFarlane cenderung menyukai formasi 4-2-3-1 atau variasi serupa, yang dinilai mendekati filosofi yang diterapkan Maresca. Para petinggi klub juga disebut memandangnya sebagai “bintang yang sedang naik daun” di dunia kepelatihan.
Detail kecil turut menggambarkan betapa mendadaknya situasi ini: untuk mengambil pekerjaan di tim utama, McFarlane disebut harus memperbarui kartu keamanannya di pusat pelatihan. Musim lalu, Chelsea juga sempat mengizinkannya terlibat dalam rencana pertukaran posisi pelatih dengan Celtic, meski kesepakatan itu pada akhirnya tidak terwujud.
Kini, Chelsea dituntut meraih hasil positif melawan Manchester City yang berada di posisi kedua agar tidak tertinggal dalam persaingan menuju Liga Champions. Laga tersebut akan menjadi ujian besar pertama bagi McFarlane—sekaligus momen yang dapat menentukan seberapa jauh kepercayaan klub kepadanya akan berkembang.

