CEO Circle Jeremy Allaire menyebut kecerdasan buatan (AI), teknologi blockchain, dan stablecoin sebagai pilar utama dari sistem ekonomi global baru yang sedang terbentuk. Menurutnya, ketiga elemen tersebut akan menyatu dalam infrastruktur yang lebih besar untuk mendukung aktivitas ekonomi digital yang kian masif.
Pernyataan itu disampaikan Allaire bertepatan dengan laporan pendapatan Kuartal IV 2025 Circle. Dalam sebuah unggahan di X, ia menggambarkan masa depan di mana puluhan hingga ratusan miliar agen AI akan berinteraksi dan menjalankan fungsi ekonomi di internet.
Allaire menilai, perkembangan “komputasi agen” akan mendorong munculnya miliaran agen AI otonom yang melakukan transaksi secara terus-menerus. Dalam skenario tersebut, agen AI membutuhkan medium pertukaran yang dapat diprogram agar dapat beroperasi, termasuk untuk transaksi berkecepatan tinggi dan bernilai sangat kecil.
Circle melaporkan pendapatan dan cadangan pendapatan Kuartal IV 2025 naik 77% secara tahunan (YoY) menjadi rekor US$770 juta. Angka ini melampaui proyeksi Wall Street sebesar US$747 juta, yang disebut mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur stablecoin yang diregulasi.
USDC, stablecoin Circle, tercatat memiliki sirkulasi US$75,3 miliar pada akhir 2025, tumbuh 75%. Kinerja ini disebut didukung oleh volume on-chain sebesar US$11,9 triliun, yang naik 247% pada Kuartal IV.
Allaire juga berpendapat sistem perbankan tradisional belum mampu menopang ekonomi yang digerakkan mesin secara memadai, sehingga stablecoin dinilai menjadi opsi yang paling layak untuk kebutuhan transaksi yang serba otomatis.
Di sisi pasar, sektor kripto bertema AI dilaporkan mulai bangkit. Dalam 24 jam terakhir, kapitalisasi pasar sektor AI kripto naik lebih dari 8% menjadi sekitar US$14,1 miliar. Sejumlah token terkait AI seperti Internet Computer (ICP), PIPPIN, Unbase (UB), dan GRASS tercatat menguat dua digit, mengacu pada data CoinGecko.
Meski demikian, prospek sektor ini masih dinilai rapuh. Ketidakpastian makroekonomi, ketegangan geopolitik, dan kondisi bear market disebut dapat terus membebani pasar, sehingga pelaku pasar perlu memperhatikan mitigasi risiko.

