BERITA TERKINI
CELIOS: BUMD Perlu Inovasi untuk Hadapi Tekanan Global dan Ketidakpastian Ekonomi

CELIOS: BUMD Perlu Inovasi untuk Hadapi Tekanan Global dan Ketidakpastian Ekonomi

Executive Director Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira Adhinegara menekankan pentingnya inovasi bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk menghadapi tekanan ekonomi global yang berpotensi memengaruhi kinerja ekonomi daerah.

Pernyataan itu disampaikan Bhima dalam keynote speech pada Webinar TOP BUMD Awards 2026 Seri 2 yang digelar secara daring pada Selasa (31/3/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pra-penghargaan TOP BUMD Awards 2026 yang menjadi ajang pembelajaran dan berbagi praktik terbaik bagi BUMD di Indonesia.

Bhima menilai BUMD memiliki peran penting, tidak hanya sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga dalam penciptaan lapangan kerja serta penguatan ketahanan fiskal pemerintah daerah di tengah ketidakpastian global.

“BUMD harus mampu terus berkontribusi tidak hanya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga penciptaan lapangan kerja dan membantu menjaga ketahanan anggaran daerah dalam situasi yang tidak pasti,” ujar Bhima.

Bhima memaparkan setidaknya ada empat risiko utama ekonomi global yang perlu menjadi perhatian BUMD, yakni inflasi energi, inflasi pangan, tekanan moneter, dan risiko fiskal.

Dari sisi energi, ia menyoroti konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memicu gangguan rantai pasok global, terutama pada jalur perdagangan strategis seperti Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb. Menurutnya, gangguan di jalur tersebut dapat berdampak pada kenaikan biaya logistik dan transportasi, yang kemudian memengaruhi operasional BUMD di berbagai sektor.

Bhima juga mengingatkan risiko inflasi pangan sebagai dampak lanjutan dari kenaikan biaya energi. Ia menjelaskan, kenaikan harga energi, khususnya LNG, dapat meningkatkan biaya produksi pupuk sehingga berpotensi mendorong kenaikan harga komoditas pangan di tingkat konsumen.

“Kenaikan biaya produksi ini pada akhirnya akan berdampak pada harga pangan seperti sayur, telur, dan berbagai komoditas lain yang dikonsumsi masyarakat,” katanya.

Di sisi moneter, Bhima memproyeksikan tren kenaikan suku bunga masih akan berlanjut seiring upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi. Sementara dari sisi fiskal, pemerintah daerah disebut menghadapi tantangan pengetatan anggaran, termasuk penyesuaian belanja daerah yang dipengaruhi regulasi fiskal baru.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Bhima mendorong BUMD melakukan langkah strategis, antara lain melalui stress test keuangan untuk memetakan dampak berbagai skenario ekonomi, termasuk lonjakan harga energi. Ia juga menyarankan penyusunan business continuity plan (BCP) agar operasional tetap berjalan ketika terjadi gangguan rantai pasok maupun kenaikan biaya operasional.

Selain itu, Bhima menilai percepatan transisi energi perlu didorong, termasuk elektrifikasi kendaraan operasional dan transportasi publik, sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat rantai pasok lokal dengan melibatkan UMKM dalam ekosistem bisnis BUMD, terutama ketika biaya impor meningkat atau perdagangan internasional terganggu.

“Ketika biaya impor meningkat, maka BUMD bisa mendorong penguatan ekosistem pasar lokal dengan melibatkan UMKM sebagai bagian dari rantai pasok,” ujarnya.

Bhima menegaskan, tekanan ekonomi tidak selalu menjadi hambatan. Dalam kondisi tertentu, krisis dapat menjadi momentum bagi perusahaan yang mampu beradaptasi dan berinovasi. Ia mencontohkan pengalaman dunia usaha saat pandemi COVID-19, ketika sejumlah perusahaan yang melakukan inovasi dapat bertahan dan bahkan tumbuh lebih kuat setelah krisis.

“Setiap krisis tidak hanya membawa risiko, tetapi juga peluang. Perusahaan yang mampu berinovasi biasanya justru bisa tumbuh lebih kuat setelah krisis,” kata Bhima.

Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah memberikan dukungan serta insentif bagi BUMD yang menunjukkan ketahanan dan inovasi dalam menghadapi tantangan ekonomi. Dengan strategi yang adaptif serta kolaborasi yang kuat antara BUMD dan pemerintah daerah, Bhima menyatakan optimistis BUMD dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi nasional.