BERITA TERKINI
Cadangan Devisa RI Turun ke US$151,9 Miliar pada Februari 2026, BI: Masih Memadai

Cadangan Devisa RI Turun ke US$151,9 Miliar pada Februari 2026, BI: Masih Memadai

Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Indonesia menurun pada akhir Februari 2026. Posisi cadangan devisa tercatat sebesar US$ 151,9 miliar atau setara sekitar Rp 2.570 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.924 per dolar AS.

Angka tersebut turun dibandingkan posisi akhir Januari 2026 yang mencapai US$ 154,6 miliar atau sekitar Rp 2.616 triliun. Cadangan devisa menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kemampuan negara memenuhi kewajiban eksternal serta menjaga stabilitas perekonomian, terutama di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Dalam penjelasannya, BI menyebut penurunan cadangan devisa dipengaruhi beberapa faktor. Pertama, penerimaan dari sektor pajak dan jasa disebut belum mampu mengimbangi pengeluaran devisa yang lebih besar. Kedua, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah turut berkontribusi terhadap penurunan.

Faktor lain yang menekan posisi cadangan devisa adalah pembayaran utang luar negeri pemerintah, termasuk cicilan dan bunga yang secara rutin membutuhkan devisa. Selain itu, langkah stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah gejolak pasar global juga disebut menjadi salah satu penyebab.

BI menjelaskan, upaya stabilisasi dilakukan melalui intervensi di pasar valuta asing. Ketika rupiah berada dalam tekanan, bank sentral dapat menjual mata uang asing dari cadangan devisa untuk membeli rupiah, sehingga membantu menahan pelemahan. Namun, langkah tersebut berdampak pada berkurangnya cadangan devisa.

Meski menurun, BI menilai posisi cadangan devisa pada akhir Februari 2026 masih berada pada level yang aman. Cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, lebih tinggi dari standar kecukupan internasional yang umumnya sekitar tiga bulan impor.

Departemen Komunikasi BI, melalui keterangan tertulis yang disampaikan Ramdan Denny Prakoso pada Jumat, 6 Maret 2026, menyatakan BI memandang cadangan devisa saat ini masih mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Ke depan, BI menyampaikan keyakinan bahwa ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap baik dengan dukungan cadangan devisa yang memadai. BI juga memperkirakan aliran masuk modal asing akan berlanjut sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional serta imbal hasil investasi yang dinilai masih menarik.

BI menambahkan, pihaknya terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah untuk memperkuat ketahanan eksternal dan menjaga stabilitas perekonomian guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, termasuk melalui koordinasi kebijakan di berbagai bidang.