Bursa saham global mengalami tekanan seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik geopolitik dan lonjakan harga minyak. Bursa utama di Amerika Serikat serta mayoritas bursa saham di kawasan Asia Pasifik kompak melemah dalam perdagangan Kamis.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengatakan indeks saham di Wall Street ditutup turun, dipimpin Nasdaq yang merosot lebih dari 2%. Pelemahan terjadi di tengah kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah.
Menurut Fanny, investor global mencermati perkembangan konflik AS-Israel dengan Iran yang masih memanas. Dalam penutupan perdagangan, Dow Jones Industrial Average turun 1,01% dan S&P 500 merosot 1,74%.
Sentimen pasar juga tertekan oleh kenaikan harga minyak, dipicu kekhawatiran terganggunya pasokan, terutama dari kawasan Timur Tengah, menyusul pembatasan di Selat Hormuz. Harga minyak mentah AS tercatat naik 4,6%, sementara minyak Brent melonjak 5,7%.
Di sisi lain, harga emas yang sempat menjadi pilihan investor justru turun lebih dari 2%. Fanny menyebut penurunan tersebut turut menekan saham perusahaan tambang emas yang tercatat di AS, yang turun lebih dari 4%.
Tekanan di pasar Asia Pasifik juga dipengaruhi meningkatnya ketidakpastian geopolitik setelah Iran menegaskan tidak akan melakukan negosiasi langsung dengan AS. Fanny mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang menyatakan Iran tengah meninjau proposal AS untuk mengakhiri perang, namun hal itu tidak berarti adanya pembicaraan langsung antara kedua negara.
Araghchi menegaskan komunikasi yang terjadi hanya melalui perantara. “Pertukaran pesan antara kedua negara melalui mediator tidak berarti negosiasi dengan AS,” katanya.
Sebelumnya, media pemerintah Iran melaporkan negara tersebut akan menolak tawaran gencatan senjata dari AS, serta telah menyiapkan syarat sendiri untuk mengakhiri konflik.
Di kawasan Asia, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,27%, Kospi Korea Selatan melemah 3,22%, S&P/ASX 200 Australia turun 0,10%, dan Hang Seng Hong Kong merosot 1,89%.

