BERITA TERKINI
Bursa Asia Tertekan di Awal Pekan, Nikkei dan Kospi Merosot Lebih dari 4% di Tengah Ketegangan AS-Iran

Bursa Asia Tertekan di Awal Pekan, Nikkei dan Kospi Merosot Lebih dari 4% di Tengah Ketegangan AS-Iran

Bursa Asia Pasifik melemah pada perdagangan Senin (23/3/2026) seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah. Indeks acuan Jepang dan Korea Selatan turun lebih dari 4% pada awal perdagangan, mencerminkan pergeseran sentimen pasar ke aset yang dinilai lebih aman.

Ketegangan dipicu memanasnya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memasuki pekan keempat, disertai saling ancam tindakan militer. Presiden AS Donald Trump pada Sabtu menyatakan akan “menghancurkan” fasilitas energi Iran jika Teheran tidak segera membuka kembali Selat Hormuz dalam 48 jam. Selat tersebut merupakan salah satu jalur penting distribusi energi global.

Iran merespons dengan ancaman balasan. Pemerintah Iran menyatakan akan menargetkan infrastruktur energi serta fasilitas desalinasi di kawasan Teluk jika AS menjalankan ultimatum tersebut. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan setiap serangan terhadap pembangkit listrik Iran akan dibalas dengan serangan langsung terhadap infrastruktur energi dan minyak di kawasan.

“Infrastruktur penting serta fasilitas energi dan minyak di seluruh kawasan akan dianggap sebagai target sah dan dihancurkan secara permanen, dan harga minyak akan naik dalam jangka panjang,” tulis Ghalibaf di platform X.

Pada Minggu, Ghalibaf memperluas ancaman dengan menyasar pihak yang memegang obligasi pemerintah AS. Ia menyebut entitas keuangan yang membeli surat utang AS dan “membiayai anggaran militer Amerika” juga akan dianggap sebagai target sah, selain pangkalan militer.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah relatif stabil pada awal perdagangan. Minyak Brent turun 0,25% ke USD 111,97 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,6% ke USD 97,64 per barel.

Tekanan geopolitik turut menyeret pasar saham kawasan. Indeks S&P/ASX 200 Australia turun lebih dari 1,8% pada awal perdagangan. Di Jepang, Nikkei 225 anjlok 4% saat pembukaan dan Topix melemah 2,8%. Di Korea Selatan, Kospi merosot 4,6% dan Kosdaq turun 3,7%.

Di Hong Kong, futures indeks Hang Seng diperkirakan dibuka lebih rendah di level 24.725, dibandingkan penutupan sebelumnya di 25.277,32.

Dari AS, pergerakan indeks saham cenderung stagnan. Dow Jones Industrial Average tercatat datar, S&P 500 turun 0,1%, dan Nasdaq Composite melemah 0,2%. Secara mingguan, ketiga indeks utama AS ditutup di zona merah. S&P 500 turun lebih dari 1,5% dan berada di bawah rata-rata pergerakan 200 hari untuk pertama kalinya sejak Mei, sementara Dow Jones dan Nasdaq masing-masing melemah sekitar 2%.