BERITA TERKINI
Bursa Asia-Pasifik Menguat Usai Trump Isyaratkan Perang Melawan Iran Bisa Segera Berakhir

Bursa Asia-Pasifik Menguat Usai Trump Isyaratkan Perang Melawan Iran Bisa Segera Berakhir

Bursa saham Asia-Pasifik menguat pada Rabu setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memunculkan harapan bahwa perang melawan Iran akan segera berakhir.

Di Korea Selatan, indeks Kospi memimpin penguatan kawasan dengan melonjak hampir 5% pada awal perdagangan. Indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq juga naik 4,13%.

Di Jepang, Nikkei 225 naik 3,51% dan indeks Topix yang lebih luas menguat 3,17%. Penguatan terjadi bersamaan dengan rilis survei Tankan Bank Sentral Jepang untuk kuartal I 2026 yang mengukur sentimen bisnis perusahaan-perusahaan besar.

Survei tersebut menunjukkan optimisme bisnis di kalangan produsen besar Jepang meningkat menjadi 17 dari 15 pada kuartal sebelumnya. Angka ini melampaui perkiraan 16 dari ekonom yang disurvei Reuters dan menjadi level tertinggi sejak kuartal IV 2021.

Sentimen sektor non-manufaktur besar juga membaik, dengan indeks naik menjadi 36 dari 34 pada kuartal sebelumnya. Capaian itu disebut sebagai level tertinggi dalam beberapa dekade dan juga melampaui perkiraan jajak pendapat Reuters yang memproyeksikan 33.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 naik 1,76%, didorong kenaikan saham sektor jasa pendidikan.

Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong terakhir diperdagangkan di level 25.191, dibandingkan dengan penutupan terakhir Hang Seng Index di 24.788,14.

Di Amerika Serikat pada Selasa, Trump mengatakan AS dapat meninggalkan Iran dalam dua atau tiga minggu. “Kita pergi karena tidak ada alasan bagi kita untuk melakukan ini,” ujarnya.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS naik 0,44% menjadi USD 101,81 per barel pada pukul 19.40 waktu setempat.

Di Wall Street, tiga indeks utama mencatatkan kinerja terbaik sejak Mei. Dow Jones Industrial Average naik 2,49%, S&P 500 menguat 2,91%, dan Nasdaq Composite melonjak 3,83%.

Pergerakan tersebut mengikuti laporan yang belum terkonfirmasi bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian terbuka untuk mengakhiri perang dengan sejumlah jaminan.