BERITA TERKINI
Bursa Asia-Pasifik Dibuka Melemah, Lonjakan Harga Minyak Picu Kekhawatiran Ekonomi Global

Bursa Asia-Pasifik Dibuka Melemah, Lonjakan Harga Minyak Picu Kekhawatiran Ekonomi Global

Bursa saham Asia-Pasifik dibuka melemah pada Jumat seiring lonjakan harga minyak yang dipicu kekhawatiran baru bahwa konflik berkepanjangan di Timur Tengah dapat semakin mempersempit pasokan energi. Kondisi tersebut turut memunculkan kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 0,3% pada awal perdagangan. Di Jepang, Nikkei 225 melemah 2% dan indeks Topix yang lebih luas turun 1,4%.

Di Korea Selatan, indeks acuan Kospi anjlok hampir 3%, sementara indeks berkapitalisasi kecil Kosdaq turun hampir 2%.

Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong diperkirakan dibuka lebih rendah. Harga berjangka terakhir diperdagangkan di level 25.467, dibandingkan penutupan sebelumnya pada 25.716,76.

Tekanan di pasar menguat setelah pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, pada Kamis malam. Dalam pidatonya, ia menyatakan Selat Hormuz—jalur vital perdagangan minyak global—harus tetap ditutup dan mengatakan Teheran dapat membuka front lain dalam perang jika konflik berlanjut.

Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran, Alireza Tangsiri, juga menegaskan ancamannya melalui unggahan di media sosial, dengan memperingatkan adanya “pukulan terkeras” bagi musuh agresor.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah Brent melonjak 9,22% dan ditutup di USD 100,46 per barel pada Kamis. Ini menjadi penutupan pertama Brent di atas USD 100 sejak Agustus 2022. Adapun minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 9,72% dan ditutup pada USD 95,73.

Presiden AS Donald Trump berupaya mengecilkan dampak kenaikan harga minyak. Ia menyatakan Amerika Serikat, sebagai produsen minyak terbesar di dunia, akan diuntungkan oleh harga yang lebih tinggi, sembari menekankan bahwa prioritasnya adalah mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.