Pasar saham Asia-Pasifik dibuka bervariasi pada Kamis (9/4/2026) seiring investor bersikap hati-hati di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat. Situasi memanas setelah parlemen Iran menuduh AS melanggar kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan yang sebelumnya diumumkan.
Presiden AS Donald Trump pada Rabu mengumumkan gencatan senjata “dua arah” setelah lebih dari satu bulan konflik berlangsung dengan Iran. Trump menyatakan AS akan menghentikan serangan terhadap Iran selama dua minggu untuk membuka ruang negosiasi.
Trump juga mengatakan pihaknya telah menerima proposal 10 poin dari Iran yang dinilai cukup layak untuk menjadi dasar perundingan. Namun, kesepakatan tersebut disebut bergantung pada kesediaan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital bagi pasokan energi global.
Pemerintah Teheran menyatakan akan menghentikan operasi defensif jika serangan terhadap wilayahnya dihentikan sepenuhnya. Israel juga dilaporkan menyetujui gencatan senjata itu, meski kondisi di kawasan dinilai masih rapuh.
Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf kemudian menuduh AS telah melanggar kesepakatan. Ia menyebut pelanggaran antara lain penolakan hak Iran untuk memperkaya uranium, serangan Israel di Lebanon, serta masuknya drone ke wilayah udara Iran.
Di pasar saham, indeks Kospi Korea Selatan turun 0,6% sementara Kosdaq bergerak datar. Di Jepang, Nikkei 225 naik tipis 0,12% dan Topix menguat 0,26%. Adapun indeks S&P/ASX 200 di Australia melemah 0,24%.
Harga minyak dunia turut menguat di tengah ketidakpastian geopolitik. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk Mei naik 2,3% menjadi US$96,63 per barel, sedangkan Brent kontrak Juni naik 1,87% ke US$96,50 per barel.
Di Amerika Serikat, kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing turun 0,1%. Kontrak Dow Jones Industrial Average melemah 32 poin atau kurang dari 0,1%.
Sebelumnya di Wall Street, pasar saham AS melonjak setelah pengumuman gencatan senjata. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 1.325,46 poin atau 2,85% ke 47.909,92, menjadi kenaikan harian terbaik sejak April 2025. Indeks S&P 500 menguat 2,51% ke 6.782,81, sementara Nasdaq Composite naik 2,80% ke 22.635,00. Penguatan terjadi setelah konflik lima pekan yang sempat menutup jalur penting pasokan energi global mulai mereda.