BERITA TERKINI
Bursa Asia Menguat, Namun Kekhawatiran Investor Bertahan di Tengah Gencatan Senjata Iran-AS yang Rapuh

Bursa Asia Menguat, Namun Kekhawatiran Investor Bertahan di Tengah Gencatan Senjata Iran-AS yang Rapuh

JAKARTA — Pasar saham Asia-Pasifik mayoritas dibuka menguat pada Jumat, namun kekhawatiran investor belum sepenuhnya mereda di tengah situasi geopolitik yang masih tidak pasti. Mengutip laporan CNBC pada Jumat, 10 April, gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran dinilai masih rapuh, sementara lalu lintas di Selat Hormuz tetap sangat terbatas.

Di kawasan Asia, penguatan dipimpin Korea Selatan. Indeks Kospi naik 1,68% dan Kosdaq bertambah 1,14%. Di Jepang, Nikkei 225 menguat 1,65% sementara Topix bergerak datar. Berbeda dengan mayoritas bursa regional, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 turun 0,51%.

Penguatan ini terjadi di tengah kegelisahan yang belum hilang sepenuhnya. Konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung lebih dari sebulan sempat memicu penutupan Selat Hormuz. Meski gencatan senjata diumumkan, jalur pelayaran energi yang krusial tersebut belum kembali normal, membuat sentimen pasar tetap berhati-hati.

Teheran sebelumnya menyatakan akan membuka kembali Selat Hormuz apabila seluruh serangan terhadap Iran dihentikan. Sejumlah laporan media juga menyebut Israel telah menyetujui gencatan senjata, setelah Presiden AS Donald Trump menghentikan serangan terhadap Iran pada Selasa.

Namun ketegangan belum sepenuhnya surut. Pada Kamis, Trump mengatakan Iran “lebih baik berhenti sekarang” jika benar memungut biaya dari kapal tanker minyak yang melintas di selat tersebut. Sehari sebelumnya, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menuduh AS melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Pergerakan harga minyak turut mencerminkan pasar yang masih gelisah. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,69% menjadi US$98,55 per barel pada pukul 20.41 waktu timur AS, setelah sempat menembus US$100 per barel pada awal sesi. Sementara itu, Brent naik 0,91% ke US$95,92 per barel.

Dari Jepang, Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan negaranya akan melepas cadangan minyak setara kebutuhan 20 hari mulai Mei. Per 6 April, Jepang dilaporkan memiliki cadangan minyak yang cukup untuk 230 hari.

Di Hong Kong, kontrak berjangka Hang Seng berada di level 25.900, lebih tinggi dibanding penutupan Kamis di 25.752,40. Di Australia, kontrak berjangka indeks acuan diperdagangkan di 8.995, sementara S&P/ASX 200 sebelumnya ditutup di 8.973,20.

Semalam di Wall Street, harga minyak turun dari level tertingginya, sementara saham AS menguat. Indeks S&P 500 naik 0,62% ke 6.824,66, Nasdaq Composite bertambah 0,83% ke 22.822,42, dan Dow Jones naik 275,88 poin atau 0,58% ke 48.185,80. Dow kembali mencatat kinerja positif sepanjang tahun ini, meski tipis, yakni 0,25%.