Bursa saham Asia menguat pada perdagangan terbaru, mengikuti kenaikan di Wall Street semalam. Pergerakan pasar terjadi di tengah dinamika harga minyak yang kembali naik setelah sempat mengalami aksi jual tajam pada awal pekan.
Harga kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei naik lebih dari 3,5% menjadi USD 103,7 per barel. Sementara itu, kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) melonjak 4% menjadi USD 91,72 per barel.
Kenaikan tersebut terjadi setelah aksi jual tajam pada Senin. Saat itu, minyak mentah Brent turun hampir 11% ke sekitar USD 99 per barel, setelah sebelumnya sempat mencapai USD 112 pada Jumat.
Di Amerika Serikat, pasar saham ditutup menguat. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 631 poin atau 1,38% ke level 46.208,47. S&P 500 naik 1,15% dan berakhir di 6.581,00, sedangkan Nasdaq Composite menguat 1,38% ke 21.946,76.
Sebelum komentar Donald Trump yang diunggah di Truth Social pada Senin pagi, kontrak berjangka sempat mengindikasikan potensi penurunan lanjutan pada pasar ekuitas. Tekanan saat itu dipicu oleh lonjakan harga minyak dan ketidakpastian mengenai durasi konflik Iran. Namun setelah komentar tersebut, indeks Dow Jones berjangka sempat melonjak lebih dari 1.000 poin.
Di pasar komoditas lainnya, harga emas spot turun sekitar 1,5% menjadi USD 4.340,18. Adapun harga perak spot turun hampir 3%.

