Bursa saham Asia bergerak bervariasi pada perdagangan pagi Senin (11/5/2026). Pada pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 menguat 0,42% ke level 62.978,53. Sementara itu, indeks Hang Seng dibuka melemah 0,31% ke 26.310,87.
Pergerakan campuran juga terlihat di sejumlah bursa lain. Indeks Taiex turun tipis 0,01% menjadi 41.598,63, sedangkan indeks Kospi melonjak 4,29% ke 7.819,47. Di Australia, indeks ASX 200 melemah 0,75% ke 8.678,6. Adapun FTSE Straits Times naik 0,08% ke 4.925,88 dan FTSE Malay KLCI menguat 0,08% ke 1.749,88.
Kospi Korea Selatan dibuka pada rekor baru dan memimpin penguatan di kawasan Asia-Pasifik di tengah kenaikan harga minyak serta meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen investor disebut tetap waspada setelah Presiden Donald Trump menolak proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang.
Iran sebelumnya mengajukan proposal baru kepada negosiator AS yang menyoroti upaya mengakhiri konflik di Timur Tengah. Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa tawaran balasan tersebut menyerukan pengakhiran perang di semua lini dan pencabutan sanksi terhadap Teheran, mengutip sumber yang mengetahui informasi tersebut. Namun, Trump menyatakan tidak menyukai tanggapan Iran dan menyebutnya “SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA!” dalam unggahan di Truth Social.
Dari Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Minggu (10/5/2026) mengatakan perang dengan Iran “belum berakhir,” karena AS dan Israel masih berupaya mengekang ambisi nuklir Teheran. Pernyataan itu muncul menjelang kunjungan Trump ke China pada akhir pekan ini, ketika ia diperkirakan bertemu Presiden China Xi Jinping.
Perang dan penutupan Selat Hormuz oleh Iran turut disebut telah meningkatkan biaya energi global dan menaikkan harga gas secara tajam di AS. Pada Senin (11/5/2026) pukul 07.30 WIB, harga minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Juni 2026 naik 3,39% menjadi US$ 98,65 per barel. Sejalan, harga minyak Brent untuk kontrak berjangka pengiriman Juli 2026 melonjak 3,37% menjadi US$ 104,66 per barel.
Di awal perdagangan, Kospi disebut dibuka naik 3,67% ke rekor baru. Sementara itu, Nikkei 225 bertambah 0,81% dan Topix naik 0,32%.
Di pasar AS, kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average turun 143 poin atau 0,3%. Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing turun 0,3%.
Pergerakan tersebut terjadi setelah S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing naik lebih dari 2% dan 4% pada pekan lalu. Kedua indeks mencatat penguatan enam minggu berturut-turut, yang disebut sebagai yang pertama bagi masing-masing indeks sejak 2024. Sementara itu, indeks Dow naik 0,2% untuk pekan tersebut dan membukukan kenaikan pada lima dari enam minggu terakhir.