SUMBAWA BESAR — Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, menyoroti tantangan global yang dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi hingga ke daerah. Meski demikian, ia memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Sumbawa masih dalam kategori aman.
Berdasarkan informasi dari PT Pertamina, saat ini sedang berlangsung suplai sekitar 1.100 kiloliter (KL) Pertalite dan 2.000 KL Bio Solar. Dengan rata-rata penyaluran harian 150–200 KL untuk Pertalite serta lebih dari 200 KL untuk Bio Solar, stok BBM diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat selama 3 hingga 5 hari ke depan.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga menyebut telah memperoleh kepastian tambahan pasokan untuk memperkuat ketahanan energi daerah. Pada 1–2 April 2026, dijadwalkan kembali masuk suplai sekitar 2.000 KL Bio Solar dan 1.000 KL Pertalite guna menjaga stabilitas distribusi.
“Dengan suplai berkala ini, kita pastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan distribusi berjalan lancar,” ujar Bupati.
Meski stok dinilai relatif aman, Bupati Jarot mengingatkan pentingnya langkah antisipatif melalui penghematan energi. Ia mengimbau seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk mulai membiasakan penggunaan sepeda saat beraktivitas ke kantor.
Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya berpotensi menekan konsumsi BBM, tetapi juga mendorong pola hidup sehat serta mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. “Gunakan energi seperlunya dan hindari pemborosan. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

