Bupati Kubu Raya Sujiwo mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi krisis energi global, terutama yang berkaitan dengan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Pernyataan itu disampaikannya dalam wawancara mengenai arah kebijakan energi serta perubahan gaya hidup masyarakat ke depan pada 30 Maret 2026.
Sujiwo menilai peralihan ke kendaraan listrik bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Ia menyebut, apabila terjadi konflik global besar yang berdampak pada pasokan energi, krisis BBM dapat melanda berbagai negara, termasuk Indonesia.
“Kalau terjadi krisis global, otomatis BBM akan sulit. Maka kendaraan listrik, baik roda dua maupun roda empat, akan menjadi solusi yang tidak bisa dibendung,” ujar Sujiwo.
Ia juga mendorong pelaku dan komunitas kendaraan listrik untuk mulai mempersiapkan diri, termasuk membangun sarana dan prasarana pendukung seperti stasiun pengisian daya baterai (charging station). Menurutnya, kesiapan infrastruktur menjadi kunci untuk mempercepat transisi energi.
Selain mendorong penggunaan kendaraan listrik, Sujiwo menekankan perlunya perubahan pola hidup yang lebih hemat energi. Salah satu langkah yang ia soroti adalah mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan sepeda untuk berangkat kerja, yang menurutnya dapat berdampak pada penghematan BBM.
“Bayangkan kalau seluruh ASN berangkat kerja menggunakan sepeda, berapa besar penghematan BBM yang bisa kita lakukan,” katanya.
Lebih lanjut, Sujiwo mengajak masyarakat membangun ketahanan energi di tingkat rumah tangga, termasuk menghindari pemborosan BBM serta mulai memikirkan alternatif energi yang lebih berkelanjutan. Ia menegaskan langkah-langkah tersebut merupakan upaya antisipatif menghadapi kemungkinan terburuk di masa depan, sekaligus mendorong kesadaran kolektif untuk menjaga stabilitas energi di daerah.

