BERITA TERKINI
BPKN Minta Warga Tak Panic Buying BBM Jelang Lebaran 2026, Stok Disebut Aman Meski Ada Konflik Timur Tengah

BPKN Minta Warga Tak Panic Buying BBM Jelang Lebaran 2026, Stok Disebut Aman Meski Ada Konflik Timur Tengah

Jelang Lebaran 2026, kekhawatiran soal kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali muncul di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah. Pemerintah bersama Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menegaskan pasokan energi nasional dalam kondisi aman, sekaligus mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.

Ketua BPKN Mufti Mubarok menilai panic buying justru dapat memunculkan persoalan baru di lapangan, meski stok sebenarnya mencukupi. Ia meminta masyarakat menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan.

“Gunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan. Tidak perlu panic buying karena justru dapat mengganggu stabilitas pasokan,” kata Mufti, Rabu (18/3/2026), dikutip dari Antara.

Mufti menjelaskan, pembelian BBM dalam jumlah besar berpotensi menciptakan kelangkaan semu akibat distribusi yang tidak merata. Ketika sebagian masyarakat membeli lebih banyak dari kebutuhan, stok di titik tertentu seperti SPBU dapat cepat habis sementara distribusi belum sempat menyesuaikan. Situasi ini dapat memicu antrean panjang, terutama di jalur mudik yang biasanya sudah padat.

Peningkatan konsumsi BBM saat mudik Lebaran disebut tidak terelakkan karena mobilitas masyarakat naik signifikan, terutama di jalur tol, Pantai Utara Jawa (Pantura), hingga lintas antarprovinsi. Di saat bersamaan, isu global turut memicu kekhawatiran, menyusul ketegangan di Timur Tengah yang disebut berdampak pada jalur distribusi energi dunia, termasuk Selat Hormuz sebagai salah satu jalur utama perdagangan minyak.

Kondisi tersebut turut memicu gejolak harga minyak mentah dunia dan berdampak pada kekhawatiran di tingkat masyarakat. Meski demikian, pemerintah menegaskan pasokan BBM nasional tetap aman.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan industri BBM dalam negeri dan impor tetap berjalan normal serta tidak terdampak signifikan oleh konflik global.