Gubernur Federal Reserve Bank of Atlanta, Raphael Bostic, menilai inflasi tetap menjadi risiko utama bagi perekonomian Amerika Serikat. Karena itu, ia mendukung kebijakan mempertahankan suku bunga pada level saat ini hingga terdapat kejelasan bahwa bank sentral berada di jalur menuju target inflasi 2%.
Bostic menyampaikan pandangannya di tengah kondisi yang ia sebut menantang, ketika pasar tenaga kerja menunjukkan pelemahan sementara inflasi masih berada di atas target The Fed. Dalam situasi tersebut, ia mendorong kehati-hatian sebelum mengambil langkah penurunan suku bunga lebih lanjut.
Menurut Bostic, kebijakan moneter yang terlalu akomodatif berisiko memicu kembali kenaikan inflasi. Ia menekankan bahwa meski terdapat pergeseran di pasar tenaga kerja, fokus paling mendesak tetap pada stabilitas harga.
“Meski terjadi pergeseran di pasar tenaga kerja, risiko yang lebih jelas dan mendesak tetaplah stabilitas harga,” ujar Bostic dalam pidatonya pada acara bersama Atlanta Economics Club, Rabu (12/11/2025) waktu setempat.
Sebelumnya, Bostic juga mengumumkan rencananya untuk pensiun dari The Fed ketika masa jabatannya berakhir pada Februari.

