Blaize Holdings mengumumkan pemajuan kolaborasinya dengan Nokia melalui Nokia Network Innovation Lab di Singapura. Kemitraan ini berfokus pada pengembangan arsitektur referensi bersama yang menggabungkan platform AI Blaize dengan kemampuan jaringan dan infrastruktur Nokia.
Kerangka kerja tersebut dirancang untuk mendukung berbagai skenario penerapan di lingkungan edge maupun pusat data. Melalui pendekatan ini, kedua perusahaan menargetkan dukungan bagi beban kerja AI di lingkungan terdistribusi, termasuk penggunaan platform inferensi AI yang dikombinasikan dengan infrastruktur jaringan.
Kolaborasi ini dijadwalkan dipamerkan dalam ajang GITEX Asia 2026 yang berlangsung pada 9–10 April di Singapura. Presentasi bersama akan mencakup demonstrasi penerapan AI hybrid, pengenalan kerangka kerja Innovation Lab, serta diskusi panel mengenai infrastruktur AI dan edge computing.
“Melalui Innovation Lab dan upaya solusi bersama, kami fokus pada validasi bagaimana infrastruktur AI hybrid dapat mendukung aplikasi dunia nyata dan memungkinkan model penerapan yang dapat diskalakan di seluruh kawasan,” kata Joseph Sulistyo, Senior Vice President Corporate Marketing di Blaize.
Sementara itu, Dion Leung, Head of AI and Cloud, Asia Pacific di Nokia, menyatakan kedua perusahaan “mengeksplorasi pendekatan baru untuk mendukung beban kerja AI di seluruh lingkungan terdistribusi” melalui kombinasi infrastruktur jaringan dengan platform inferensi AI.
Keterlibatan di GITEX Asia disebut diharapkan mencakup interaksi dengan pelaku usaha, pemerintah, penyedia layanan cloud, dan operator pusat data di kawasan Asia-Pasifik.
Blaize, yang berkantor pusat di El Dorado Hills, California, menyediakan platform AI untuk aplikasi inferensi. Perusahaan melaporkan pertumbuhan pendapatan lebih dari 2.300% dalam dua belas bulan terakhir hingga kuartal IV 2025, dengan total pendapatan mencapai US$38,6 juta. Blaize juga menyebut solusi mereka mendukung computer vision, AI multimodal, serta aplikasi berbasis sensor di sejumlah sektor, termasuk kota pintar, otomasi industri, telekomunikasi, ritel, logistik, dan pertahanan.

