Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Muhammad Husein Fadlulloh menegaskan perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai mitra parlemen dalam merespons perubahan geopolitik yang kian kompleks. Menurutnya, tantangan global membutuhkan respons yang bertumpu pada kajian ilmiah dan pemikiran kritis.
Pernyataan itu disampaikan Husein dalam kegiatan Diseminasi Diplomasi Parlemen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (10/2/2026).
Husein mengatakan kehadiran BKSAP di kampus merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat jembatan antara parlemen dan masyarakat, terutama kalangan akademisi dan mahasiswa. Ia menyebut kelompok tersebut sebagai calon pemimpin masa depan Indonesia.
Ia menjelaskan, BKSAP tidak hanya menjalankan diplomasi di berbagai forum internasional, tetapi juga membangun ruang dialog di dalam negeri. Diskusi dengan sivitas akademika dinilai penting untuk memperkaya perspektif sekaligus memperkuat substansi rekomendasi kebijakan luar negeri.
Dalam kesempatan itu, Husein menekankan pentingnya diplomasi parlemen yang adaptif dan kritis di tengah dinamika global yang berubah cepat. Ia menilai kampus dapat menjadi mitra strategis dalam merumuskan respons Indonesia terhadap pergeseran geopolitik yang tidak lagi berjalan secara linear.
Politisi Fraksi Partai Gerindra itu juga menyampaikan BKSAP membuka ruang partisipasi akademisi dalam penyusunan sikap dan rekomendasi Indonesia di berbagai forum internasional, baik di tingkat regional maupun global. Ia mengatakan masukan akademik dapat menjadi dasar penyusunan rekomendasi BKSAP untuk sejumlah forum internasional pada 2026, seperti IPU, P20, APA, AIPA, OECD, BRICS, dan PUIC.

