Bank Indonesia (BI) menilai perang yang terjadi di Timur Tengah sejak akhir Februari 2026 telah memperburuk kondisi serta prospek perekonomian global.
Dalam penilaiannya, BI juga menekankan perlunya penguatan ketahanan domestik di tengah memburuknya situasi ekonomi global akibat konflik tersebut.

