BERITA TERKINI
Basarah: Prabowo Mewarisi Pemikiran Soekarno untuk Hadapi Krisis Global

Basarah: Prabowo Mewarisi Pemikiran Soekarno untuk Hadapi Krisis Global

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah menyatakan keyakinannya bahwa Presiden Prabowo Subianto mewarisi pemikiran Presiden pertama RI, Soekarno, sebagai modal dasar menghadapi krisis global yang terjadi saat ini.

Pernyataan itu disampaikan Basarah dalam acara DPP PDIP memperingati 71 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) melalui seminar nasional di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).

“Saya percaya Pak Prabowo sebagai presiden Republik Indonesia yang juga mewarisi pemikiran-pemikiran Presiden Soekarno,” kata Basarah kepada wartawan.

Basarah menilai, siapa pun pemerintahan yang sedang berkuasa tidak dapat dipisahkan dari era pemerintahan sebelumnya, mulai masa proklamasi kemerdekaan hingga saat ini. Menurutnya, para pendiri bangsa, termasuk Soekarno, telah mewariskan seperangkat nilai yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam politik luar negeri Indonesia.

Ia menyebut momentum KAA sebagai salah satu rujukan penting. Basarah mendorong agar nilai-nilai yang diwariskan para pendiri bangsa dapat dijadikan pedoman dalam menjalankan politik luar negeri Indonesia di tengah situasi geopolitik kontemporer.

Basarah juga mengingatkan bahwa Indonesia mewarisi Ideologi Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, serta Dasasila Bandung yang dapat dijadikan pedoman haluan berbangsa, bernegara, dan politik luar negeri.

“Karena itu, kami yakin siapa pun era pemerintahannya, kalau berpegang teguh pada nilai-nilai yang telah diwariskan dan menjadi legasi para pendiri bangsa, Indonesia akan tetap eksis dalam percaturan dunia internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada era kepemimpinan Soekarno, Indonesia dinilai mampu tampil sebagai pemimpin dan inspirasi dunia, terutama bagi bangsa-bangsa Asia Afrika dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan pada masa itu.

Acara peringatan 71 tahun KAA tersebut turut dihadiri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang dijadwalkan menyampaikan keynote speech bertema “Relevansi Gerakan Asia Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini”. Hadir pula Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Kepala Badan Sejarah Indonesia PDIP Bonnie Triyana, serta sejumlah narasumber, di antaranya Prof. Hikmahanto (pakar hubungan internasional), Dr. Dina Sulaeman (pakar Timur Tengah), Andi Widjayanto (eks Gubernur Lemhanas), dan Heri Akhmadi (mantan Dubes Jepang).