Pertemuan Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan ASEAN+3 ke-29 menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama keuangan regional sebagai respons atas meningkatnya risiko global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah yang berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi kawasan.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta mengesahkan Updated Strategic Direction of the ASEAN+3 Finance Process sebagai panduan kolaborasi jangka menengah hingga jangka panjang. Bank Indonesia menyatakan, arah strategis yang diperbarui itu ditujukan untuk mempererat sinergi antarinisiatif yang sudah berjalan sekaligus membuka ruang pengembangan area kerja sama baru agar proses kerja sama keuangan ASEAN+3 mampu merespons dinamika perekonomian.
Selain itu, pertemuan juga mendorong penguatan dan peningkatan efektivitas Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM) sebagai jaring pengaman keuangan regional yang melengkapi Global Financial Safety Net (GFSN).
Penegasan tersebut mengemuka dalam ASEAN+3 Finance Ministers and Central Bank Governors' Meeting (AFMGM+3) ke-29 yang berlangsung di Samarkand, Uzbekistan, pada 2–3 Mei 2026.