Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga Hari Raya Idulfitri. Kepastian itu disampaikan di tengah gejolak harga minyak mentah dunia yang sempat melampaui 100 dolar AS per barel akibat eskalasi konflik global.
Bahlil menyampaikan pernyataan tersebut saat ditemui sebelum mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Ia mengatakan pemerintah telah membahas isu subsidi BBM bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
“Pemerintah, kemarin kita juga melakukan pembahasan dengan Menteri Keuangan, saya dapat memastikan untuk menyangkut subsidi BBM, sampai dengan Hari Raya (Idulfitri) Insyaallah tidak ada kenaikan apa-apa,” kata Bahlil. Ia menegaskan, pemerintah ingin memastikan subsidi tetap berjalan meski ada kenaikan harga minyak mentah dunia, khususnya untuk minyak bersubsidi.
Dalam kesempatan terpisah di lokasi yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan anggaran subsidi BBM, terutama selama Ramadan hingga Idulfitri, masih dalam kondisi aman. Menurutnya, kenaikan harga minyak mentah dunia yang terjadi baru berlangsung beberapa hari sehingga belum cukup untuk mengubah perhitungan anggaran subsidi tahunan.
“Kita masih aman, masih kuat. Ini kan baru beberapa hari naiknya. Kita kan subsidinya setahun penuh. Rata-rata setahun 70 (dolar AS per barel) asumsi kita. Ini kan baru beberapa hari. Jadi, belum cukup untuk mengubah anggaran kita. Jadi kita masih bisa absorb,” ujar Purbaya.
Bahlil juga menyebut bahwa pada hari itu harga minyak mentah dunia telah turun kembali ke bawah 100 dolar AS per barel, dengan pergerakan yang masih fluktuatif pada kisaran 80–90 dolar AS per barel. Sejalan dengan itu, Purbaya menilai harga minyak mentah dunia masih berpotensi tetap berfluktuasi.

