BERITA TERKINI
Bahlil Imbau Warga Bijak Gunakan BBM dan LPG di Tengah Dampak Konflik Global

Bahlil Imbau Warga Bijak Gunakan BBM dan LPG di Tengah Dampak Konflik Global

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengimbau masyarakat membatasi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG serta tidak melakukan pembelian berlebihan di tengah dampak konflik global terhadap pasokan energi.

Menurut Bahlil, perang antara AS-Israel dengan Iran telah memengaruhi pasokan BBM dan gas di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Karena itu, ia meminta masyarakat menggunakan energi secara bijak dan tidak melakukan panic buying.

“Saya ingin menyampaikan bahwa tolong kita memakai energi dengan bijak. Tolong SPBU ini bukan untuk industri, tolong dipakai dengan bijaksana,” kata Bahlil, Jumat, 27 Maret 2026.

Ia mencontohkan pembelian BBM sebaiknya dilakukan secukupnya sesuai kebutuhan harian. “Kalau satu hari katakanlah cukup, contoh ya, cukup 30 liter, 40 liter, ya itu cukup. Tidak usah ada rasa panic buying, tidak perlu ada. Jadi pakailah dengan secukupnya,” ujarnya.

Bahlil menegaskan pemerintah saat ini terus mengoptimalkan produksi BBM dari kilang serta pengadaan melalui impor dari negara selain kawasan Timur Tengah. Namun, ia menyebut cadangan minyak mentah nasional saat ini berkisar 21 hingga 28 hari.

Selain kepada masyarakat umum, Bahlil juga meminta kendaraan-kendaraan industri lebih bijaksana dalam membeli BBM, terutama terkait penggunaan BBM bersubsidi. Ia juga mengingatkan agar tidak ada praktik penimbunan.

“Saya mohon kepada saudara-saudara saya yang oknum-oknum melakukan penimbunan, mohon lihatlah Ibu pertiwi sekarang lagi membutuhkan anak-anak Ibu pertiwi yang bijak,” kata Bahlil. Ia menambahkan, “Kalau kita cinta negara kita, kalau kita cinta rakyat kita, janganlah kita melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya untuk dilakukan.”

Bahlil juga menyampaikan Indonesia masih memiliki opsi mendatangkan minyak mentah dari negara lain untuk mensubstitusi sekitar 20 persen porsi impor dari Timur Tengah yang melewati Selat Hormuz, yang disebutnya kini tengah diblokade Iran.