Pemerintah Australia menyatakan tidak akan mengirim kapal perang ke Timur Tengah untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka bagi pelayaran internasional, menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Trump mengatakan telah menuntut “sekitar tujuh negara” untuk mengirim kapal perang guna menjaga jalur air strategis tersebut tetap terbuka. Selat Hormuz merupakan rute penting yang dilalui seperlima ekspor minyak dunia, di tengah situasi ketika serangan Iran disebut terus menghujani negara-negara Arab Teluk.
Menteri Transportasi Australia Catherine King mengatakan kepada media lokal pada Senin bahwa ia tidak mengetahui adanya permintaan semacam itu dari Canberra. “Kami tidak akan mengirim kapal ke Selat Hormuz. Kami tahu betapa pentingnya hal itu, tetapi itu bukan sesuatu yang diminta atau yang kami bantu,” ujarnya.
Pekan lalu, Australia menyatakan telah menyediakan jet pengintai angkatan udara serta rudal udara-ke-udara kepada Uni Emirat Arab (UEA) untuk membantu pertahanan terhadap serangan Iran. Namun, dalam pernyataan pemerintah disebutkan Australia “tidak mengambil tindakan ofensif terhadap Iran.”

