Dua atlet disabilitas asal Kabupaten Kuningan menorehkan prestasi di ajang internasional yang digelar di Thailand. Melalui cabang angkat berat dan atletik, keduanya menyumbangkan masing-masing satu medali emas untuk kontingen Indonesia.
Medali emas pertama diraih Hilman Wilastra, atlet angkat berat asal Desa Ciherang, Kecamatan Kadugede. Hilman menjadi yang terbaik setelah mengangkat beban 167 kilogram pada kelas 54 kilogram, mengungguli pesaing dari Vietnam, Filipina, dan Timor Leste.
Emas lainnya dipersembahkan Insan Nurhida pada nomor lari 400 meter T36 cabang atletik. Insan, yang merupakan atlet dengan disabilitas cerebral palsy, tampil konsisten dan disebut menjadi salah satu penyumbang poin penting bagi Indonesia.
Hilman mengaku bangga atas capaian tersebut. “Perasaannya senang dan terharu bisa membawa harum nama Indonesia, serta membuat bangga orang tua, khususnya ibu saya, dan juga para pelatih,” ujar Hilman saat dihubungi melalui sambungan seluler, Sabtu, 24 Januari 2026.
Prestasi Hilman juga tercatat di tingkat nasional. Pada Peparnas Solo 2024, ia meraih satu medali emas dan satu medali perak di cabang angkat berat. Sementara pada Peparda 2022, Hilman mencatat dua medali emas di cabang atletik, masing-masing pada nomor lari 100 meter dan 200 meter.
Keberhasilan para atlet tersebut disebut tidak lepas dari kedisiplinan latihan dan dukungan lingkungan. Atlet disabilitas Kuningan rutin menjalani latihan intensif di GOR Pandapa, Kuningan, dan kerap berlatih bersama atlet non-disabilitas untuk menjaga performa serta mental bertanding.
Hilman menilai dukungan sesama atlet turut menjadi pendorong penting dalam perjalanannya. “Dukungan dari teman-teman sesama atlet disabilitas membuat saya semakin yakin. Keterbatasan fisik bukan alasan untuk berhenti berprestasi,” katanya.
Capaian di Thailand menjadi bekal bagi para atlet untuk terus mengumpulkan poin dan pengalaman menuju agenda internasional berikutnya, termasuk Asian Para Games Jepang 2026. Hilman juga menyampaikan pesan bagi penyandang disabilitas lain agar tidak ragu mengejar prestasi. “Jangan berkecil hati dengan keterbatasan fisik. Kita juga bisa membuktikan prestasi dan bersaing di level tertinggi,” ucapnya.
Sementara itu, hingga hari keempat pelaksanaan ASEAN Para Games 2025 Thailand, Kontingen Indonesia dilaporkan telah mencapai target dengan perolehan 82 medali emas.

