BERITA TERKINI
AS Sanksi Kilang Minyak China Terkait Iran, Beijing Minta Perusahaan Abaikan Tekanan Washington

AS Sanksi Kilang Minyak China Terkait Iran, Beijing Minta Perusahaan Abaikan Tekanan Washington

Ketegangan antara Amerika Serikat dan China kembali meningkat setelah Washington menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah perusahaan kilang minyak China yang diduga memiliki hubungan bisnis dengan Iran. Langkah yang diambil pemerintahan Presiden Donald Trump itu memicu respons keras dari Beijing.

Otoritas China pada Sabtu (2/5/2026) meminta perusahaan-perusahaannya untuk mengabaikan sanksi Amerika Serikat. Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya konflik geopolitik yang dipicu perang Iran dan memanasnya situasi di Timur Tengah.

Selama ini, Beijing dikenal kerap mengecam kebijakan sanksi sepihak Washington dan menyebutnya tidak sah menurut hukum internasional. Namun, di balik sikap resminya, China sebelumnya masih membiarkan banyak perusahaan domestiknya mematuhi sanksi AS untuk menghindari gangguan terhadap perekonomian nasional serta menjaga akses ke sistem keuangan Amerika.

Karena itu, keputusan terbaru pemerintah China dinilai sebagai pembangkangan terbuka yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Washington. Sikap tersebut berpotensi memperbesar konflik ekonomi antara dua negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Langkah Beijing juga dinilai dapat menyeret sektor perbankan internasional ke dalam tekanan besar, terutama di tengah meningkatnya ketegangan global akibat konflik Iran dan Amerika Serikat.

Diketahui, pemerintahan Donald Trump baru-baru ini menjatuhkan sanksi kepada sejumlah kilang minyak China yang diduga terlibat dalam perdagangan minyak Iran. Washington menilai transaksi tersebut membantu menopang ekonomi Teheran di tengah tekanan dan embargo internasional.

Situasi ini menjadi semakin sensitif karena terjadi menjelang rencana pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Mei 2026. Pengamat menilai kebijakan saling tekan antara AS dan China dapat memperburuk stabilitas ekonomi global sekaligus memperbesar risiko konflik geopolitik yang lebih luas.