Amerika Serikat meningkatkan tekanan terhadap China agar membantu mendorong Iran kembali membuka Selat Hormuz. Washington menilai Beijing memiliki pengaruh besar terhadap Teheran karena menjadi salah satu pembeli utama minyak Iran.
Menurut laporan Al Mayadeen pada Selasa (5/5), Menteri Keuangan AS Acott Bessent mengatakan China memiliki pengaruh signifikan terhadap Iran. Ia menilai dukungan ekonomi dari China dapat membantu Iran menjaga perekonomiannya tetap berjalan.
Pernyataan tersebut disampaikan Bessent menjelang potensi pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. “Mari kita lihat apakah China—mari kita lihat mereka meningkatkan upaya diplomasi dan membuat Iran membuka selat tersebut,” kata Bessent.
Di sisi lain, AS disebut terus memperketat sanksi terhadap Iran, termasuk dengan menargetkan perusahaan-perusahaan China yang membeli minyak Iran. Pada akhir April, AS menjatuhkan sanksi kepada Kilang Petrokimia Hengli China yang diidentifikasi sebagai pembeli utama minyak mentah Iran.
Sanksi itu bertujuan memperketat tekanan ekonomi terhadap Iran. Namun, China menolak sanksi tersebut dan menginstruksikan perusahaan-perusahaannya untuk tidak mematuhi sanksi dari AS.