BERITA TERKINI
Arab Saudi: Serangan Iran Picu Ketegangan Kawasan dan Berisiko Guncang Ekonomi Global

Arab Saudi: Serangan Iran Picu Ketegangan Kawasan dan Berisiko Guncang Ekonomi Global

Arab Saudi menyatakan serangan Iran tidak hanya memicu konflik di kawasan Timur Tengah, tetapi juga berpotensi mengancam stabilitas ekonomi global, termasuk keamanan jalur energi dan pasokan pangan dunia. Penegasan itu disampaikan di tengah meningkatnya eskalasi konflik regional yang turut berdampak pada keamanan pelayaran internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, Kamis (26/03/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan sikap resmi negaranya yang mengecam tindakan Iran yang disebut menyasar Arab Saudi serta negara-negara Teluk dan negara-negara Arab Islam lain di kawasan.

Menurut Faisal, rangkaian serangan tersebut dinilai memperkeruh hubungan antarnegara dan menunjukkan adanya upaya yang disebutnya sistematis untuk menciptakan instabilitas regional. Ia juga menyatakan serangan-serangan yang terjadi telah melanggar prinsip hukum internasional, memicu ketidakpercayaan di antara negara-negara kawasan, dan disebut masih berlanjut.

Faisal menilai Iran berupaya menghindari tanggung jawab atas dampak tindakan militernya. Di sisi lain, Arab Saudi menyambut dukungan komunitas internasional, termasuk Resolusi Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB) yang diadopsi di Jenewa. Resolusi tersebut mengutuk serangan Iran terhadap negara-negara Teluk serta menyerukan kompensasi bagi para korban.

Dalam paparan itu, Faisal juga menyoroti pentingnya menjaga keamanan jalur pelayaran internasional, terutama di kawasan Teluk dan Selat Hormuz. Ia menilai gangguan terhadap kapal-kapal yang melintas di wilayah tersebut dapat berdampak luas, baik pada aspek keamanan maupun perekonomian global secara umum.

Meski mengecam keras serangan Iran, Arab Saudi menyatakan tetap mengedepankan jalur diplomasi. Namun, Faisal menegaskan negaranya tidak akan ragu mempertahankan teritori dan kedaulatan, serta menjaga keamanan warga negara, ekspatriat, dan warga negara asing yang berada di Arab Saudi, sesuai hukum internasional.

Faisal juga menyampaikan bahwa sebagian besar serangan Iran disebut justru mengarah ke negara-negara tetangga di kawasan. Ia menyebut sekitar 85 persen serangan menargetkan Arab Saudi, negara-negara Teluk, dan negara-negara lain di kawasan, sementara serangan terhadap Israel disebut sekitar 15 persen. Ia menambahkan bahwa perang disebut bermula dari serangan Israel yang didukung Amerika Serikat dan menegaskan konflik tersebut pada dasarnya antara Iran dan Israel.

Selain itu, Faisal menyoroti apa yang ia sebut sebagai kontradiksi sikap Iran yang menyerukan solidaritas umat Islam, namun pada saat yang sama melakukan serangan terhadap negara-negara muslim lain.

Situasi kawasan dilaporkan meningkat setelah adanya serangan militer terhadap Iran pada akhir Februari, yang kemudian dibalas dengan serangan drone dan rudal ke berbagai wilayah, termasuk negara-negara Teluk yang memiliki kepentingan strategis global.