BERITA TERKINI
Ara Grace Masuk Daftar Campaign Asia Under 30, Perempuan Indonesia yang Diakui di Industri Marketing Regional

Ara Grace Masuk Daftar Campaign Asia Under 30, Perempuan Indonesia yang Diakui di Industri Marketing Regional

Campaign Asia, publikasi industri di kawasan Asia-Pasifik, merilis daftar Under 30 yang berisi individu muda yang dinilai mampu membentuk masa depan industri marketing, media, dan komunikasi di Asia. Dari sejumlah nama asal Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut, salah satunya adalah CEO JJ Group Indonesia, Ara Grace.

Ara Grace masuk daftar itu pada usia 29 tahun. Campaign Asia menilai Ara menghadirkan kombinasi kepemimpinan, kreativitas, serta visi bisnis yang dinilai relevan dengan arah perkembangan industri saat ini.

Perjalanan karier Ara disebut tidak lazim. Sebelum memimpin JJ Group, ia dikenal di dunia hiburan internasional. Pada usia 16 tahun, Ara menandatangani kontrak dengan The Walt Disney Company dan Universal Music Group. Menggunakan nama panggung Chilla Kiana, ia disebut menjadi orang Indonesia pertama yang mewakili franchise Disney Princesses, dengan keterlibatan pada sejumlah judul seperti Elena of Avalor, Frozen, Beauty and the Beast, hingga The Little Mermaid.

Pengalaman tersebut disebut membentuk insting kreatif sekaligus pemahamannya dalam membangun koneksi emosional dengan audiens dalam skala besar. Namun, Ara kemudian memilih memperdalam pemahaman tentang sisi bisnis dan mekanisme di balik industri kreatif.

Ara bergabung dengan JJ Group dan memulai karier dari divisi digital. Ia kemudian dipercaya menjadi CEO pada 2025 untuk memimpin perusahaan yang telah berdiri selama tiga dekade.

Di bawah kepemimpinannya, JJ Group melakukan perubahan struktur kerja menjadi cross-functional pods. Transformasi ini disebut dijalankan pada pekerjaan dan akun aktif dengan konsekuensi langsung terhadap pendapatan perusahaan. Dalam tahun pertama kepemimpinannya, perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan hampir 30% di pasar Jakarta, disebut melampaui rata-rata pertumbuhan industri periklanan Indonesia yang berada di kisaran satu digit pada periode yang sama.

Ara juga disebut terlibat langsung dalam sejumlah proyek, termasuk kampanye digital NEO Coffee untuk Wings Group, Serasoft, dan Poise, mulai dari penyusunan strategi digital hingga arahan visual.

Creative Director JJ Group, Imam Fasih, menyatakan cara kerja Ara mengubah posisi agensi di mata klien menjadi mitra strategis. Profil semacam itu disebut sejalan dengan karakter yang dicari dalam daftar Campaign Asia Under 30.

Menanggapi pengakuan tersebut, Ara menyampaikan apresiasi kepada tim dan pihak-pihak yang bekerja bersamanya. Dalam unggahan di Instagram, ia menulis, “Great things are never done by one person. They belong to every late night when someone on the team chooses to stay and make the work better,” seraya menyebut pencapaian itu sebagai milik tim, klien, dan orang-orang yang mendukungnya.

Masuknya Ara Grace dalam daftar Campaign Asia Under 30 dipandang sebagai penanda bahwa talenta Indonesia dapat memperoleh pengakuan di tingkat regional. Dalam pernyataan lain, Ara menyebut tengah berfokus merancang masa depan industri periklanan melalui teknologi kecerdasan buatan (AI). Perusahaan disebut sedang mengembangkan platform digital untuk membuka akses layanan periklanan profesional bagi pasar yang lebih luas, dengan mengemas pengalaman tiga dekade grup ke dalam infrastruktur digital.

Meski kini berfokus di industri kreatif dan periklanan, Ara menegaskan dunia musik tetap menjadi bagian penting dalam hidupnya.