Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) resmi meluncurkan agenda APEC 2026 di China dengan penekanan pada penguatan integrasi ekonomi, inovasi digital, serta kerja sama kawasan untuk menjawab tantangan global dan regional.
Rangkaian pertemuan awal APEC 2026 dihadiri para pejabat tinggi dari 21 ekonomi anggota yang berkumpul di Guangzhou, China, pada 1–10 Februari. Sekretariat APEC menyatakan, China sebagai tuan rumah mengusung tema “Membangun Komunitas Asia-Pasifik untuk Kemakmuran Bersama”.
Tema tersebut menegaskan komitmen tuan rumah untuk memperdalam integrasi kawasan dan mempercepat kerja sama di Asia-Pasifik. Ketua Pertemuan Pejabat Senior APEC 2026, Chen Xu, mengatakan prioritas yang diusung mencakup keterbukaan, inovasi, dan kerja sama, yang menurutnya mencerminkan aspirasi bersama kawasan untuk meningkatkan integrasi ekonomi, memanfaatkan peluang digital, serta menghadapi tantangan global dan regional yang mendesak.
Chen Xu juga menilai APEC 2026 menjadi momentum bagi seluruh ekonomi anggota untuk memperkuat persatuan, memperdalam kerja sama, dan mendorong kemakmuran bersama di kawasan Asia-Pasifik. Ia menambahkan, China siap memanfaatkan kesempatan sebagai tuan rumah dengan bekerja bersama seluruh pihak untuk mendorong terwujudnya komunitas Asia-Pasifik.
Selama klaster pertemuan 10 hari itu, sekitar 60 pertemuan, lokakarya, simposium, dan sidang komite dijadwalkan berlangsung dan mencakup berbagai kebijakan APEC. Agenda pembahasan meliputi pemberantasan korupsi, transformasi digital, daya saing sektor jasa, keberlanjutan kelautan, investasi, hingga modernisasi kepabeanan.
Direktur Eksekutif Sekretariat APEC, Eduardo Pedrosa, menegaskan pertemuan-pertemuan tersebut diarahkan untuk memetakan arah kerja yang jelas dan menyelaraskan langkah praktis antaranggota. Menurutnya, fokus utama adalah memperkuat fondasi pertumbuhan, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang ekonomi di kawasan Asia-Pasifik.
Pedrosa menyebut aktivitas di Guangzhou—mulai dari perdagangan, digital, dan jasa hingga ketahanan pangan serta pemberantasan korupsi—menunjukkan respons ekonomi-ekonomi APEC terhadap tantangan global melalui solusi konkret dan kerja sama.
Agenda APEC 2026 juga diwarnai persidangan sejumlah kelompok inti yang berjalan paralel dengan forum pendukung lainnya, untuk membahas tantangan kebijakan yang dinilai krusial bagi ketahanan kawasan. Salah satu pilar pembahasan berada di Komite Perdagangan dan Investasi (CTI), yang akan mengulas prioritas tahun ini, termasuk dukungan terhadap sistem perdagangan multilateral yang adil, fasilitasi perdagangan yang lebih efisien, serta percepatan integrasi ekonomi kawasan yang inklusif.
Dalam rangkaian dialog tersebut, ekonomi-ekonomi APEC menargetkan tercapainya konsensus yang berujung pada hasil nyata. Forum juga menekankan semangat regionalisme terbuka dan mendorong percepatan realisasi Kawasan Perdagangan Bebas Asia-Pasifik (FTAAP), serta menyoroti pentingnya kerja sama transformasi hijau dan pembangunan rendah karbon sebagai respons terhadap krisis iklim.

