Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Danantara Indonesia memperkuat diplomasi ekonomi global melalui kunjungan resmi ke Georgetown University, Amerika Serikat. Agenda tersebut berlangsung di School of Foreign Service dan McDonough School of Business pada Kamis (19/2/2026) waktu setempat.
Rombongan Kadin dan Danantara disambut langsung oleh Dekan School of Foreign Service, Joel Hellman. Kunjungan ini disebut sebagai bagian dari strategi memperluas jejaring internasional dunia usaha Indonesia.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menilai kolaborasi dengan institusi pendidikan global penting untuk mendorong lahirnya korporasi nasional berkelas dunia. Menurutnya, kehadiran Kadin di Georgetown University juga memperkuat peran Kadin Global Engagement Office (GEO) sebagai jembatan kerja sama internasional.
Anindya menyampaikan target jangka panjang Kadin adalah mendorong perusahaan Indonesia mampu bersaing di level global, termasuk masuk dalam daftar Fortune 500. “Di sini kita memperjuangkan bagaimana Kadin Global Engagement Office (GEO) dapat bekerja sama dengan institusi global untuk melahirkan perusahaan-perusahaan Indonesia kelas dunia ke depannya,” ujar Anindya dalam keterangan pers, Senin (23/2/2026).
Dalam kesempatan itu, Anindya juga menyoroti momentum penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade antara Indonesia dan Amerika Serikat. Ia menekankan perlunya langkah konkret agar kesepakatan tersebut berdampak nyata pada peningkatan perdagangan dan investasi.
“Perjanjian ini harus dimaksimalkan supaya perdagangan dan investasi benar-benar terjadi di Indonesia dan membawa kesejahteraan bagi pekerja serta masyarakat luas,” tegasnya.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia, Shinta W. Kamdani, menyatakan hubungan Indonesia–Amerika Serikat saat ini berada pada fase krusial. Ia menilai sosialisasi dan pendalaman kerja sama pascakepakatan dagang diperlukan agar manfaatnya dapat dirasakan industri nasional dan terintegrasi dalam rantai pasok global.
“Kesepakatan ini perlu ditindaklanjuti agar bisa dimanfaatkan industri di Indonesia. Georgetown juga berpotensi menjadi knowledge partner Kadin GEO untuk mendukung pengembangan ekonomi nasional,” ujar Shinta.
Sementara itu, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Syahrir, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas institusi untuk membawa konsep Indonesia Incorporated ke panggung global. “Kolaborasi antara Danantara dan Kadin GEO ini krusial untuk menerjemahkan dampak positif Agreement on Reciprocal Trade bagi para pengusaha Indonesia dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global,” tuturnya.

