BERITA TERKINI
Analis Nilai Penurunan Status Siaga TNI Dipengaruhi Penilaian Ancaman, TNI AD Tegaskan untuk Pengamanan Lebaran

Analis Nilai Penurunan Status Siaga TNI Dipengaruhi Penilaian Ancaman, TNI AD Tegaskan untuk Pengamanan Lebaran

Jakarta — Analis Intelijen, Keamanan, dan Pertahanan sekaligus Direktur Eksekutif Center of Intelligence and Strategic Studies (CISS) Ngasiman Djoyonegoro menilai penurunan status siaga yang dilakukan TNI merupakan bagian dari keputusan berbasis intelijen yang menyesuaikan level ancaman, termasuk terkait dinamika konflik global.

Menurut Ngasiman, penetapan maupun penurunan status siaga bergantung pada tingkat ancaman yang teridentifikasi. Ia menyebut, apabila informasi intelijen menunjukkan risiko pelanggaran kedaulatan tinggi dan kemungkinan terjadinya besar, maka status dapat dinaikkan ke siaga 1 sebagai respons kesiagaan dan keamanan negara.

“Penurunan status siaga bergantung pada tingkat ancaman yang mungkin timbul. Jika informasi intelijen sebagai basis penentuan keputusan mengungkap bahwa ada resiko pelanggaran kedaulatan tinggi, dan kemungkinan terjadinya besar, maka akan masuk siaga 1. Jadi mengikuti level ancamannya,” kata Ngasiman saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Pernyataan itu disampaikan Ngasiman saat merespons penurunan status siaga 1 menjadi siaga 3 yang disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono di Jakarta, Kamis (12/3). Dalam keterangan tersebut, status siaga 3 disebut ditetapkan sebagai langkah penjagaan selama Idul Fitri.

Ngasiman mengaitkan penilaiannya dengan pemantauannya atas informasi mengenai kapal induk Abraham Lincoln yang disebut meninggalkan lokasi peperangan dengan kerusakan sistem navigasi dan bersinggungan dengan zona laut Indonesia. “Jadi, analisa saya siaga 1 itu diterapkan untuk itu. Lebih detail bisa langsung minta penjelasan ke Mabes TNI,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pandangannya bahwa dalam beberapa hari ke depan situasi dapat berdampak pada “limpahan perang” yang mengarah ke perairan Indonesia, terutama setelah dimulainya ketegangan yang melibatkan kontak senjata di Selat Hormuz. “Ini yang (harus) diwaspadai, dampak militer secara langsung,” kata dia.

Sementara itu, Brigjen TNI Donny Pramono menyatakan jajaran TNI AD saat ini menerapkan pengamanan siaga tiga setelah sebelumnya menerapkan siaga satu sesuai telegram Panglima TNI pada Kamis. Donny menegaskan penerapan siaga satu maupun siaga tiga oleh TNI AD tidak dimaksudkan untuk merespons situasi konflik atau gelombang peperangan di wilayah mana pun.

Menurut Donny, status siaga 3 diterapkan dalam konsep memperkuat kesiapan pasukan untuk mengamankan wilayah pada masa Lebaran. “Kita melaksanakan kegiatan siaga tiga karena juga kita akan melaksanakan kegiatan Idul Fitri,” kata Donny saat bertemu awak media di Mabes TNI AD.