Konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat diperkirakan berdampak luas secara global. Indonesia dinilai tidak akan sepenuhnya terhindar dari pengaruhnya, baik dari sisi politik maupun ekonomi, terutama pada sektor energi.
Karena itu, Presiden diminta segera mengambil kebijakan strategis yang berfokus pada penguatan kemandirian pangan, papan, dan terutama kemandirian energi nasional. Pandangan tersebut disampaikan Dr. H. Andi Jamaro Dulung, M.Si. (AJD) kepada media di Jakarta, usai menghadiri acara buka puasa bersama yang diselenggarakan Ketua Umum Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di kediaman Menteri Pertanian RI, Sabtu (7/3/2026).
AJD menilai Indonesia perlu segera mengurangi ketergantungan terhadap impor, khususnya di bidang pangan dan energi. Menurutnya, kedua sektor tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara mandiri karena didukung sumber daya alam yang melimpah.
“Indonesia sudah harus mempersiapkan swasembada pangan. Artinya, pemerintah tidak boleh bergantung pada pihak luar untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, terutama makanan dan minuman,” ujar AJD.
Selain pangan, ia menekankan pentingnya perhatian serius pada sektor energi. AJD menilai Indonesia perlu mulai mengurangi ketergantungan pada energi fosil seperti bahan bakar minyak (BBM) dan batu bara.
“Yang kedua, yang tak kalah penting adalah swasembada energi. Sudah saatnya Indonesia secara bertahap meninggalkan penggunaan energi fosil, baik BBM maupun batu bara,” katanya.
Ia menambahkan, Indonesia dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan. Sumber energi seperti tenaga air, tenaga surya, dan tenaga angin disebut melimpah serta lebih ramah lingkungan.
“Pemerintah perlu fokus mengembangkan pembangkit listrik tenaga air, tenaga surya, dan tenaga angin. Pengetahuan dan teknologi untuk mengembangkan ketiga sumber energi ini sebenarnya sudah dikuasai oleh bangsa Indonesia,” ujarnya.
AJD menyatakan, bila swasembada pangan dan energi benar-benar diwujudkan dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam Indonesia, maka situasi global yang tidak menentu dinilai tidak akan terlalu berdampak serius bagi Indonesia.
“Jika langkah ini dilakukan, maka apa pun yang terjadi di dunia luar, Indonesia tetap dapat bertahan dan berkembang dengan kekuatan sumber daya alam serta sumber daya manusia yang kita miliki,” pungkasnya.

