BERITA TERKINI
Airlangga: Investasi Emas Bisa Naik 60% Setahun, Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Bullion

Airlangga: Investasi Emas Bisa Naik 60% Setahun, Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Bullion

Jakarta — Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut investasi emas berpotensi memberikan keuntungan hingga 60% dalam kurun satu tahun. Pernyataan itu disampaikan Airlangga saat peluncuran Indonesia’s Bullion Ecosystem Roadmap di Jakarta, Jumat (6/3/2026), di hadapan Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir.

Menurut Airlangga, angka tersebut merujuk pada data yang tercatat di Bank Syariah Indonesia (BSI) dan PT Pegadaian. “Kalau investasi di emas ini setahun sudah 60% kenaikannya, jadi mau investasi di mana lagi, Pak Pandu? Jadi ini terbukti dari BSI maupun Pegadaian,” ujar Airlangga.

Airlangga menyampaikan pernyataan itu di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global yang turut dipengaruhi ketegangan geopolitik, terutama antara Iran dan Amerika Serikat. Dalam kondisi seperti itu, investor cenderung mencari aset yang dinilai lebih aman, dan emas kerap dipandang sebagai instrumen safe haven.

Ia juga menilai kenaikan harga emas dan pertumbuhan pengelolaan emas melalui kegiatan usaha bullion mencerminkan meningkatnya literasi keuangan masyarakat. Emas disebut tidak lagi dipandang semata sebagai perhiasan, tetapi juga sebagai instrumen investasi dan lindung nilai terhadap tekanan inflasi serta pelemahan mata uang.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga menekankan pentingnya mengoptimalkan kegiatan usaha bullion—khususnya emas—agar berkontribusi pada perekonomian nasional. Pemerintah, kata dia, memiliki visi menjadikan Indonesia pusat perdagangan dan pengolahan emas yang terintegrasi serta berdaya saing global.

Penguatan ekosistem bullion juga dikaitkan dengan target pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029 sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025–2029. Kehadiran bank bullion dinilai menjadi bagian strategi, termasuk untuk mendorong hilirisasi emas dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

Penguatan ekosistem ini diarahkan melalui integrasi rantai nilai emas nasional, mulai dari peningkatan kapasitas produksi dan pemurnian di sisi hulu hingga pengembangan jasa keuangan bullion di sisi hilir. Layanan yang dikembangkan mencakup tabungan, pembiayaan, perdagangan, dan penitipan emas, dengan harapan pasokan emas domestik dapat dimanfaatkan lebih optimal sekaligus memperdalam pasar emas nasional.

Pegadaian dan BSI catat pertumbuhan

Data PT Pegadaian menunjukkan jumlah nasabah meningkat dari 3,2 juta pada Februari 2025 menjadi 5,6 juta pada Februari 2026 setelah peresmian kegiatan usaha bullion. Dalam periode yang sama, tabungan emas masyarakat naik dari 10,5 ton menjadi 19,25 ton.

Per Februari 2026, Pegadaian mencatat kelolaan lini bisnis emas sebesar 147,8 ton, termasuk captive gadai 94 ton. Adapun total kelolaan kegiatan usaha bullion tercatat 40,59 ton atau sekitar Rp 102 triliun.

Sementara itu, BSI mencatat total kelolaan emas—yang mencakup cicil, gadai, dan tabungan emas—naik dari 16,85 ton sebelum peluncuran Kegiatan Usaha Bullion pada Januari 2025 menjadi 22,5 ton pada Februari 2026. Jumlah nasabah tabungan emas juga meningkat dari 531.329 pada Desember 2025 menjadi 766.742 pada Februari 2026.

Langkah penguatan ekosistem

Pemerintah menyatakan telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat ekosistem bullion, termasuk kebijakan insentif perpajakan serta fatwa dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) yang memberikan kepastian bagi pengembangan kegiatan usaha bullion berbasis syariah. Selain itu, penguatan juga didorong melalui peningkatan koordinasi antarpemangku kepentingan dan kerja sama dengan institusi internasional.

Pada kesempatan yang sama, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Kegiatan Usaha dan Ekosistem Bullion 2026–2031 sebagai arah pengembangan sektor hulu, hilir, dan jasa keuangan bullion. Tahap awal pembentukan Indonesia Bullion Market Association (IBMA) juga dimulai sebagai wadah koordinasi pelaku industri emas nasional dan mitra strategis pemerintah.

“Melalui penguatan ekosistem bullion yang terintegrasi dan berdaya saing global, kita optimalkan potensi emas nasional untuk mendukung stabilitas sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Genap setahun Bank Bullion hadir, aset kuat, masyarakat tenang,” kata Airlangga.