BERITA TERKINI
Airlangga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61% pada Kuartal I 2026, Klaim Tertinggi di G20

Airlangga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61% pada Kuartal I 2026, Klaim Tertinggi di G20

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 (Januari–Maret) mencapai 5,61%. Pernyataan itu disampaikan Airlangga usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026) malam.

Menurut Airlangga, capaian 5,61% tersebut diklaim menempatkan Indonesia di posisi terdepan di antara negara-negara anggota G20. Ia juga menyebut laju pertumbuhan itu lebih tinggi dibanding sejumlah negara lain, termasuk Tiongkok, Singapura, Korea Selatan, Arab Saudi, dan Amerika Serikat.

Airlangga menambahkan, angka pertumbuhan tersebut juga disebut melampaui proyeksi sejumlah lembaga internasional. Ia menyatakan rata-rata prediksi lembaga-lembaga itu berada di kisaran 5,2%.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ditopang konsumsi rumah tangga yang tercatat tumbuh 5,52%. Airlangga menyebut stabilnya konsumsi turut didukung tingkat keyakinan konsumen, dengan indeks keyakinan konsumen berada pada 122,9 poin.

Selain konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah juga dilaporkan meningkat signifikan hingga 21,31%. Menurut Airlangga, kombinasi konsumsi domestik yang kuat dan belanja pemerintah menjadi salah satu fondasi penguatan ekonomi pada awal tahun.

Jika dilihat dari lapangan usaha, sejumlah sektor disebut berkontribusi terhadap pertumbuhan, di antaranya industri, perdagangan, administrasi pemerintahan, jasa-jasa lainnya, transportasi dan pergudangan, pertanian, serta konstruksi.

Airlangga juga menyoroti perkembangan inflasi. Ia menyatakan inflasi berhasil ditekan hingga 2,42%, lebih rendah dibanding catatan sebelumnya yang disebut berada di level 3,48% pada Februari dan 3,48% pada Maret. Pengendalian inflasi dinilai berperan dalam menjaga daya beli dan stabilitas ekonomi.

Dalam keterangannya, Airlangga menyebut capaian tersebut merupakan hasil dari kebijakan pemerintah yang diarahkan pada penguatan fundamental ekonomi, peningkatan investasi, serta upaya menjaga stabilitas harga dan lapangan kerja. Pemerintah, kata dia, berupaya mempertahankan momentum pertumbuhan melalui strategi jangka panjang, termasuk penguatan sumber daya manusia, percepatan pembangunan infrastruktur, dan diversifikasi ekspor.

Airlangga menilai kinerja ekonomi pada awal 2026 menunjukkan Indonesia mampu mencatat pertumbuhan solid di tengah ketidakpastian global, dengan dukungan konsumsi domestik serta kontribusi berbagai sektor ekonomi.